Majalah Pintar Pengusaha Muslim

Mempertanyakan Kiprah Pengusaha Muslim Muda

Posted in Opini- Juni 01, 2010

Belum lama ini ada diskusi kecil di Redaksi Majalah Pengusaha Muslim untuk menyorot keberadaan pengusaha Muslim berusia muda. Sebagian mendukung, namun sebagian menolak untuk mengangkat tema ini. Menurut yang kontra, buat apa mempersoalkan pengusaha muda kalau banyak sarjana dan lulusan perguruan tinggi lebih memilih menjadi “buruh” dan bekerja sebagai ‘abdi’ baik sebagai pegawai negeri maupun di perusahaan-perusahan besar. Kan lebih nyaman bekerja tanpa risiko, berangkat pagi pulang sore, dan akhir atau awal bulan bulan terima gaji.

Kalau realitas kaum muda Indonesia lebih bermental semacam itu alangkah tidak kreatifnya bangsa ini. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Lantas mana kiprah dan sumbangsihnya? Pada sisi lain, jumlah pengangguran makin menumpuk saja, termasuk pengangguran terdidik yang tidak tertampung di lembaga formal, seperti menjadi pegawai negeri atau perusahaan besar. Bagaimana masa depan bangsa ini kalau memiliki kaum muda bermental ‘priyayi’ ??? Bagaimana negeri ini akan menghasilkan pemimpin masa depan yang berkualitas kalau sejak muda takut dengan risiko dan tantangan ???

Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Bagaimana pendapat Anda? silakan share ide, pendapat, dan pengalaman Anda pada komentar di bawah ini.

Oleh: Yusuf C.K. (Pemimpin Redaksi)

& Komentar

  • abu zam

    Gagasan bagus. Dan perlu terjun langsung ke lapangan. Menemui orang2 muda yg masuk dalam kategori pengusaha muslim muda. dalm jumlah yang sama menemui para priyayi muda.
    Kata muslim, perlu diidentifikasi dengan jelas pada calon nara sumber. Benarkah dia muslim? Demikian juga kata muslim yang melekat pada para priyayi muda.
    Setidaknya pertanyaan yang diangkat menjadi tema jadi nyata. Bukan opini redaksi.

    Pekan lalu, saya baru saja menemui sekitar 43 orang yang mengaku muslim. Dalam satu proses pertemuan selama 35 jam, mereka sendiri terkejut bahwa mereka tidak lebih hanya menggunakannya sebagai kata sandang. Ethos mereka tidak ada. Berbuat baik sesuai anjuran agama hanya karena ingin ‘dilihat baik’. Kurang dari 5% yang benar2 berusaha untuk menjadi muslim dalam semua praktek hidupnya.

    2 pekan sebelumnya lebih ironis lagi.
    Saya menemui lebih dari 100 orang muslim. 10% dari mereka lulusan dari perguruan2 tinggi terbaik bahkan bertaraf internasional. Pada level di bawahnya sekitar 15%, selebihnya S1 dan SMA. Yang 10 & 15 % ternyata menjadikan ‘islam’ sebagai bisnis terselubung dan tidak tersentuh.

    Mereka orang2 cerdas yang berbisnis. Terstimulan dengan cara pandang kapitalis dan takut dengan resiko.
    Jadi seperti apa kiprah pengusaha muslim muda yang ingin anda angkat?
    Kalau ‘bohong putih’ telah menjadi bagian hidup mereka, bagaimana PM akan memperoleh kebenaran.

    Jadi, ini sebuah gagasan bagus untuk diangkat sepenuhnya. Kalau tanpa data akurat, kembali kita hanya akan menemui mereka yang ingin terlihat baik, dan hebat.

    Bebrapa pengusaha muslim muda yang mengontak saya, saya dapati tidak menjadikan islam sebagai cara pandang dalam bisnisnya. Mereka sama saja dengan ‘orang luaran’. Hidup ini sudah menjadi tipu daya bagi mereka.
    Jadi seperti apa bentuk ajakan kiprah yang anda inginkan?
    . . . Bagaimana masa depan bangsa ini . . ? Mayoritas mereka tidak memiliki karakter, apalagi karakter sebagai seorang ‘pengusaha’ muslim. Maaf.
    Allahua’lam.

  • anwar

    Hidup adalaha pilihan. Menjadi pengusaha muda pun adalah salah satu pilihan. Bangsa ini akan menjadi negeri berjuta PNS jika semua orientasinya adalah menjadi pegawai.
    Menjadi pengusaha muda adalah sebuah pilihan. Tentunya memiliki konsekwensi berupa kesabaran atas setiap prosesnya.
    Setiap kali berkisah tentang Nabi Yusuf Alaihi salam maka semua orang menginginkan seperti beliau. Namun, tidak semua mau mengikuti prosesnya. Tidak mau menjalani di buang di dalam sumur, menjadi budak, terfitnah, masuk dalam penjara.

    Menjadi pengusaha muda juga memiliki alur cerita tersendiri. setiap orang akan memiliki senandung kisah hidup yang berbeda

    Oleh Karena itu, saatnya kaum muda bangkit di atas pijakan kakinya. Pemuda harus di rubah paradigmanya sebab rezeki Allah akan banyak diberikan di jalur interpreneur!

  • bismillah
    saya adalah pemuda muslim. dengan semangat mengajak rekan2 pemuda yang lain untuk terjun di dunia yang penuh berkah ini insyaAllah.
    Saya masih kuliah di bandung semester awal, berusaha memulai usaha sekitar 1,5 bulan yang lalu. alhamdulillah nikmat luar biasa. bukan nikmat keuntungan tetapi pengalaman yang tak ada duanya. apalagi ikhwan2 salafiyyun semoga keinginan nikah juga dibarengi dengan usaha. ^^
    tetapi saya masih sangat perlu bimbingan dari semua. kemarin ingin ikut KPMI solo tapi karena berhalangan belum bisa hadir.

  • Seorang pemuda haruslah berani btanggungjawab, hadapi kehidupan dengan sikap mental pantang menyerah maju terus untuk menjadi yang terbaik diantara yg terbaik, mari para pemuda dan pemudi!!!, miliki mental pengusaha yang beriman dan bertakwa… GO SUKSES DUNIA AKHERAT

  • Ass.wr.wb
    Saya sependapat dengan komentator 1 bahwasannya saat ini bisnis sepertinya 2 jalur yang sulit sekali disatukan dengan kaidah agama ” murni ‘.Sekali lagi murni ya ?

    Mencari pengusaha muslim yang bersih sungguh sulit saat ini.Yang ada hanyalah kedok dan ujung-ujungnya adalah mencari keuntungan semata.Mungkin akan banyak pertentangan disini.Tapi inilah kenyataannya !!!

    Terus terang saat ini saya mengalamai dilema itu.Dimana saya juga perlu uang untuk menghidupi keluarga saya juga ingin membaktikan diri kepada ummat.

    AKhirnya saya putuskan bahwa bisnis kesehatan dan pendidikan memiliki 2 mata pisau yang bisa menjembatani ini semua.

    Saat ini saya memiliki apotik konvensional dalam arti yah keuntunganlah yang saya cari namun satu sisi begitu tahu jika mahalnya harga obat hati ini jadi ” trenyuh ” lagi.Akankah saya teruskan bisnis ini ?

    Awalnya apotik saya bermodal Rp 100juta bersih termasuk sewa tempat,stock ,inventory dll dan alhamdulillah sudah BEP dalam 12bulan dimana bagi Apotik prematur sangat sulit mencapai itu.

    Trus dilemanya dimana ?
    Yah itu tadi saya mau untung ya…saya juga mau berbagi gratis.

    Alhamdulillah jalan itu sudah ada sekarang dengan saya ingin mengembangkan Apotik Bionic ini.

    infonya bisa dilihat di http://www.apotikwaralaba.co.nr atau call saya di 0511.6353637.

    tks

  • Hmm.. Alhamdulillah sudah resign duluan dari kantor sebelum edisi ini keluar, jadi kagak ikut kesindir.. hehehe…

  • dha

    assalamualaikum..itulah kenyataan generasi masa kini,menginginkan semuanya serba mudah dengan dalil ngapain harus susah-susah kalau yang mudah ada.ya sedih c coz saat ini kita sebagai seorang muslim hanya jadi penonton tanpa bisa banyak berbuat apa2…Go enterprener muda……….. Allah’ualam

  • Sukidi

    Peritah zakat bukti Islam mengarahkan kepada umat untuk menjadi kaya, kalau pengin kaya mesti jadi pengusaha, jika sarjana males jawabannya kalau tidak anaknya orang kaya atau koruptor sukses bisa dipastikan tidak cukup ilmu. Alias senang berangkat dan senang pulang ketika kuliah. Alias sarjana bodo

  • mungkin ada benarnya juga bahwa kebanyakan pemuda muslim masih merasa nyaman dengan ‘ketidaknyamanannya’ dalam hidup mereka. mungkin merasa masih harus selalu diberi bukannya memberi. namun pertanyaannya,,, sampai kapan mau begini?

Leave Your Comment