Apa pentingnya sih menyorot masalah sampah? Mending ngomongin bisnis praktis yang mudah dijalankan dan memberikan keuntungan riil. Sehingga dapat menghidupi anak-istri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kembali kami dari Redaksi majalah Pengusaha Muslim mengalami bimbang untuk mengangkat problematika sampah. Tapi ketika dibenturkan dengan data yang ada, ternyata problem sampah saat ini sudah demikian gawat. Masalah sampah tidak berbeda dengan problem kemiskinan dan pengangguran yang membutuhkan penanganan serius. dan mendesak. Data dari Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan setiap kota di Indonesia rata-rata mencapai 200 ton setiap harinya.
Ini tentu fakta yang sangat mencengangkan. Bayangkan saja kalau satu hari saja jumlah sampah yang dihasilkan suatu daerah rata-rata sebesar 200 ton, maka dalam satu bulan terkumpul tak kurang dari 6.000 ton sampah. Sehingga dalam 1 tahun menumpuk sampah sebanyak 70.000 ton. (Bandingkan dengan volume Candi Borobudur = 55.000 m3)
Celakanya lagi, tempat pembuangan akhir sampah di berbagai kota Indonesia, sebagian besar (untuk tidak mengatakan semuanya) tidak mememuhi standar persyaratan. Kondisi ini membawa bahaya laten berupa tanah longsor, banjir, dan penyebaran penyakit.
Sementara budaya konsumsi masyarakat kita makin dikondisikan oleh proses penciptaan terus-menerus lewat penggunaan citra, tanda, dan makna simbolis dalam iklan. Dan sekedar untuk mempertegas saja, pemasang iklan di media massa adalah para pengusaha. Menariknya lagi, volume sampah yang ada sebagian besar berasal atau merupakan sampah rumah tangga. Jenis sampah rumahtangga ini ternyata didominasi sampah-sampah kemasan makanan, minuman, dan barang-barang produksi pabrik atau perusahaan.
Pertanyaannya, sejauh mana pengusaha dan pelaku bisnis menyadari problem sosial yang ditimbulkan dari produk-produk bisnisnya???
Silahkan masukan dan uneg-uneg Anda sampaikan via komentar di bawah ini.



Atasi polusi dengan plasma oleh Anto Tri Sugiarto*
* Dr. Anto Tri Sugiarto, M.Eng. Peneliti pada Pusat Penelitian KIM-LIPI
Pencemaran lingkungan akibat polusi di tanah air semakin bertambah komplek.
Polusi udara, air, tanah dari berbagai aktifitas industri, domestik serta asap kendaraan
bermotor meningkat dari tahun ke tahun. Dan tidak sedikit akibat dari polusi ini sudah mulai
kita rasakan. Dalam mengatasi polusi ada tiga hal yang menjadi perhatikan utama, yaitu
kebijakan serta manajemen lingkungan, kesadaran lingkungan dari segenap unsur masyarakat,
dan yang terakhir adalah pemanfaatan teknologi yang tepat dalam mengatasi berbagai macam
polusi.
Selama ini teknologi pengolahan limbah kurang mendapatkan perhatian serius di
Indonesia. Padahal tidak sedikit permasalahan limbah cair maupun gas terbentur pada
permasalahan penggunaan teknologi. Dengan semakin berkembangnya perindustrian di
Indonesia, sudah selayaknya pemilihan serta penggunaan teknologi yang tepat dalam
mengatasi masalah limbah segera diterapkan.
Melalui artikel ini penulis ingin memperkenalkan sebuah teknologi yang kerap
disebut teknologi plasma. Diberbagai negara maju termasuk Jepang, teknologi plasma mulai
banyak dipergunakan untuk mengolah limbah gas dan cair dari berbagai kegiatan industri,
domestik serta dari asap kendaraan bermotor. Sedangkan di negara Eropa dan Amerika
berbagai penelitiaan dari penggunaan teknologi plasma untuk mengolah limbah juga banyak
dikembangkan.
Apa itu teknologi plasma, mengapa teknologi plasma dilirik sebagai teknologi yang
tepat untuk mengatasi polusi. Mari kita simak penjelasan dari teknologi plasma dalam
mengatasi masalah polusi udara dan cair
Plasma
Plasma adalah zat keempat di samping zat klasik: padat, cair, dan gas. Zat plasma ini
bukanlah plasma seperti pada kata plasma darah, kata yang paling umum digunakan berkaitan
dengan plasma dalam bidang Biologi. Plasma zat keempat ini ditemukan pada tahun 1928
oleh ilmuwan Amerika, Irving Langmuir (1881-1957) dalam eksperimennya melalui lampu
tungsten filament.
Plasma ini sangat mudah dibuat, caranya dengan pemanfaatan tegangan listrik.
Contoh, hadapkan dua electrode di udara bebas. Seperti kita ketahui udara adalah isolator,
materi yang tidak menghantarkan listrik. Namun, apabila pada dua electrode tadi diberikan
tegangan listrik yang cukup tinggi (10 kV<), sifat konduktor akan muncul pada udara tersebut,
yang bersamaan dengan itu pula arus listrik mulai mengalir (electrical discharge), phenomena
ini disebut eletrical breakdown. Mengalirnya arus listrik menunjukkan akan adanya ionisasi
yang mengakibatkan terbentuknya ion serta elektron pada udara diantara dua electrode tadi.
Semakin besar tegangan listrik yang diberikan pada electrode, semakin banyak jumlah ion
dan elektron yang terbentuk. Aksi-reaksi yang terjadi antara ion dan elektron dalam jumlah
banyak ini menimbulkan kondisi udara diantara dua electrode ini netral, inilah plasma.
Singkat kata plasma adalah kumpulan dari electron bebas, ion dan atom bebas.
Dewasa ini teknologi plasma banyak digunakan dalam berbagai bidang industri,
seperti industri elektronik, material, kimia, dan obat-obatan. Selain daripada itu teknologi
plasma mulai dimanfaatkan juga untuk mengolah limbah cair dan gas.
Mengatasi polusi udara dengan plasma
Mengatasi polusi dengan plasma sebenarnya bukan sebuah hal yang baru. Pada tahun
1907 Frederick Cottrell memperkenalkan electrostatic precipitator (EP) untuk mengatasi
polusi akibat aerosol (sampah udara) dari asap pabrik hasil pembakaran. EP dapat digunakan
untuk mengumpulkan aerosol. Prinsip kerja dari EP adalah perpaduan dari medan electrostatic
dan aliran ion yang dihasilkan oleh corona discharge. Mekanisme kerjanya adalah partikel
aerosol ditangkap atau dikumpulkan oleh aliran ion, kemudian kumpulan partikel tadi
diangkut oleh medan electrostatic lalu dipisahkan. Sekarang EP banyak digunakan untuk
mengatasi aerosol dari asap pabrik termasuk diantaranya di Indonesia.
Namun asap hasil pembakaran dari pabrik maupun kendaraan bermotor tidak hanya
mengandung aerosol saja, akan tetapi didapati juga gas NOx, SOx, CO dan Dioxin yang
diketahui sangat berbahaya pada kesehatan. Kita mengenal hujan asam (HNO3 dan H2SO4)
yang dapat mengakibatkan kanker. Juga gas CO yang dapat mematikan apabila kita
mengirupnya secara langsung. Kita juga dapat merasakan bertambah suhu bumi, akibat
pertambahan CO2. Dan baru-baru ini kita mendengar Dioxin yang muncul dari pembakaran
sampah plastik, yang walaupun kadarnya sedikit namun berbahaya bagi kesehatan kita. Hal
ini mendorong Dr. Seiichi Masuda dari Tokyo University untuk mencari teknologi yang dapat
mengatasi gas beracun hasil pembakaran pabrik. Pada tahun 1986 Seiichi Masuda
mempublikasikan teknologi plasma, sebagai teknologi untuk mengatasi kandungan gas NOx,
SOx dari asap pembakaran pabrik.
Prinsip dari teknologi plasma dalam mengatasi kandungan gas NOx atau SOx
sangatlah mudah. Seperti di jelaskan pada penjelasan di atas, plasma terbentuk dari kumpulan
electron bebas, ion serta atom. Aksi-reaksi pada ion dan electron dalam plasma seperti reaksi
ionisasi, excitasi, dan dissociasi dengan udara bebas disekitarnya berlanjut dengan terbentuk
species aktif (ion, electron, molekul yang mudah bereaksi) seperti Ozone, OH, O, NH3 yang
memiliki sifat radikal, sangat mudah bereaksi dengan senyawa-senyawa yang ada
disekitarnya. Species aktif yang terbentuk ini kemudian bereaksi dengan gas NOx atau SOx
kemudian mengubah serta menguraikannya.
Dewasa ini di Jepang teknologi plasma berkembang sangat pesat. Dimana teknologi
plasma memiliki beberapa kelebihan yaitu pembuatan peralatan dan maintenance yang sangat
mudah, namun memiliki efektifitas penguraian yang cukup tinggi. Struktur yang mudah dari
peralatan teknologi plasma, memungkinkan untuk dipasang langsung pada kendaraan
bermotor untuk mengurangi kadar NOx yang timbul pada asap kendaraan hasil dari
pembakaran bensin atau solar. Selain untuk mengatasi NOx dan SOx teknologi plasma dapat
dipergunakan juga untuk menguraikan berbagai macam senyawa beracun seperti Dioxin, gas
VOC (Volatile organic compounds) seperti, CFC, trichloroethylene, toluene, benzene serta gas
dari hasil pembakaran lainnya.
Mengatasi polusi air dengan plasma
Seperti halnya pencemaran udara, pencemaran air sangatlah komplek. Dalam proses
produksi sebuah industri pada umumnya dipergunakan berbagai bahan material dari berbagai
jenis dan bentuk. Limbah cair industri, pertanian, perkotaan dan rumah tangga selain
mengandung mengandung senyawa berat (Cd, Cu, Hg, Zn dll.), juga mengandung berbagai
macam senyawa organik, seperti dioxin, phenol, benzene, PCB dan DDT.
Sistem pengolahan limbah cair yang ada sekarang umumnya mempergunakan cara
kombinasi antara pemakaian chlorine serta sistem condensasi, sedimentasi dan filtrasi.
Sedangkan untuk pengolahan limbah organik banyak mempergunakan microbiologi, karbon
aktif atau membran filtrasi. Namun, limbah organik semakin banyaknya yang sulit untuk
diuraikan dengan microbiologi atau membran filtrasi, serta membahayakan keselamatan
makhluk hidup, meskipun dalam kandungan konsentrasi yang sangat kecil (ppm/ppb) seperti,
senyawa dioxin, furan dan atrazine. Sehingga sistem pengolahan limbah cair yang ada
sekarang tidaklah cukup. Apabila hal ini kita biarkan, tanpa kita sadari, air minum yang
dipergunakan akan banyak mengandung senyawa organik, yang selain membahayakan
kesehatan manusia juga dapat merusak ekosistem makhluk hidup lainnya.
Untuk mengatasi masalah limbah organik ini, teknologi ozone mulai dipergunakan
dalam proses pengolahan limbah cair. Teknologi ini dikenal dapat untuk membersihkan
limbah cair hingga mendekati 100 % (Japan Engineering newspaper,1996). Ozone yang
dikenal sebagai oksidant kuat, selain dapat menghancurkan senyawa-senyawa organik, juga
sekaligus dapat membunuh bakteri yang terkandung dalam limbah tadi. Meskipun demikian
masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan pada teknologi ozone ini seperti,
tingginya biaya operasional serta adanya sisa ozone yang tertinggal dalam air setelah proses
pengolahan berlangsung. Sisa ozone yang memiliki kadar cukup tinggi, akan dapat
membahayakan manusia.
Teknologi yang kemudian diperkenalkan untuk mengatasi limbah cair setelah
teknologi ozone ini adalah teknologi plasma. Sebelum kita jelaskan lebih lanjut tentang
teknologi plasma, perlu disampaikan disini bahwa ozone sendiri dapat dibuat dengan
mempergunakan teknologi plasma (Siemens 1857). Dewasa ini teknologi plasmalah yang
paling banyak dipergunakan untuk membuat ozone. Jadi secara tidak langsung teknologi
ozone adalah pemanfaatan dari teknologi plasma itu sendiri.
Selanjutnya teknologi plasma juga dapat dipergunakan secara langsung dalam proses
pengolahan limbah cair. Salah satunya cara adalah dengan membuat plasma dalam air. Seperti
halnya plasma di udara, plasma dapat juga dibuat dalam air. Proses pembuatannya sendiri
hampir sama, hanya saja pembuatan plasma dalam air memerlukan energi sedikit lebih besar
dibandingkan pembuatan plasma di udara, mengingat air adalah materi yang dapat
mengalirkan arus listrik.
Plasma dalam air dapat menyebabkan timbulnya berbagai proses reaksi fisika dan
kimia seperti, sinar ultraviolet, shockwave, species aktif (OH, O, H, H2O2) serta thermal
proses. Banyaknya reaksi fisika dan kimia yang dihasilkan oleh plasma dalam air, membuat
teknologi ini dapat merangkum beberapa proses yang dibutuhkan dalam pengolahan air
limbah. Sinar ultraviolet yang dihasilkan mampu mengoksidasi senyawa organik sekaligus
membunuh bakteri yang terkandung dalam limbah cair. Shockwave yang ditimbulkan mampu
menghasilkan proses super critical water yang juga berperan dalam proses pengoksidasian
senyawa organik. Dan yang paling penting banyak dihasilkan species aktif seperti OH, O, H,
dan H2O2 yang merupakan beberapa oksidant kuat yang dapat mengoksidasi berbagai
senyawa organik sekaligus juga membunuh bakteri dalam limbah cair tersebut. Dan tidak
ketinggalan panas yang dihasilkan oleh plasma inipun berperan dalam berbagai proses
pengoksidasian.
Dari berbagai kelebihan proses yang dimilikinya, teknologi plasma dalam air mulai
mendapat perhatian khusus terutama untuk mengolah limbah organik yang umumnya
mengandung berbagai macam jenis senyawa organic. Dari berbagai percobaan laboratorium,
teknologi plasma dalam air sangat efektif untuk menguraikan senyawa organik seperti TNT,
phenol, trichloroethylene, atrazine, dan berbagai jenis zat warna (dye).
Teknologi plasma untuk mengolah limbah cair baik dengan teknologi ozone maupun
dengan teknologi plasma dalam air memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan cara
konvensional, microbiologi maupun membran filtrasi. Diantaranya proses penguraian
senyawa organik berlangsung sangat cepat, pembuatan peralatan serta maintenance yang
mudah, serta species aktif yang dihasilkan dapat menguraikan hampir seluruh senyawa
organik. Di Jepang dalam sepuluh tahun terakhir, penggunaan teknologi ozone maupun
teknologi plasma berkembang sangat pesat. Terlebih lagi setelah ditetapkannya perundangan
tentang Dioxin dan sejenisnya (January 2001). Dimana dioxin dapat diuraikan dengan
mempergunakan kombinasi dari ozone dan sinar ultraviolet atau ozone dan hydrogen
peroxide.
Aq sih setuju klau sampah juga menjadi perhatian qta semua,coz tu gk kalah pntingnya dengan perhatian qta sm bisnis…,pi gmn crnya y menanggulangi sampah yg uda terlanjur tak terkendali sekarang ini ??? ‘n’ uda berhmburan,semrawut d mana-mana….
Kecenderungan antara pembangunan vs. nyampah cukp significant. Apakh ad teknologi terapn mngolah limbah jd bahn bangunan?
Alih2 cari teknologi baru u/mndukung struktr bangunan. Bukankah trmsuk tanda kiamat akn bnyak orng mmbuat bngunan? Apkh itu trmsuk pluang bisns properti&konstruksi?…
Cma uneg2, btw-ane jg lg cari pluang wirawasta lho…
Setuju bngt,sayapun tertarik untuk membuat mesin pengolah sampah,mulai dr perajangan sampai menjadi pupuk organik…cuma masalahnya terbentur oleh dana!
KONSEP KIMIA DASAR dari Machine Actifator Syntetik gas for Save ENergy Optimum (MAS SENO)
Berikut ini adalah konsep atau teori dasar dalam operasionalisasi alat MAS SENO dalam memanfaatkan AIR sehingga bisa memaksimalkan energi dari senyawa hidrokrabon. Dengan adanya teori tersebut maka diharapkan penggunaan sumber energi atau bahan bakar fosil bisa lebih maksimal serta hemat, sehingga hal trsebut akan berpengaruh pada emisi gas buang serta pemanasan suhu global.
RUMUS REAKSI KIMIA PENGOLAHAN GAS SINTETIK
1. Lemak (C3H8O3) dengan Air (H2O)
AKTIFASI
C3H8O3 + 3H2O ———> 3CH4 + H2 + 3O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
3CH4 + H2 + 3O2 + (3,5O2) ————> 3CO2 + 7H2O
1 Bagian Lemak di campur dengan 3 Bagian Air akan menghasilkan 3 Bagian Gas Metan serta 1 Bagian Gas Hidrogen dan 3 Bagian Gas Oksigen
2. Minyak Tanah (C10H22) dengan Air (H2O)
AKTIFASI
C10H22 + 10H2O ———-> 10CH4 + H2 + 5O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
10CH4 + H2 + 5O2 + (15,5O2) ————> 10CO2 + 21H2O
1 Bagian Minyak Tanah dicampur dengan 10 Bagian Air akan menghasilkan 10 Bagian Gas Metan serta 1 Bagian Gas Hidrogen dan 5 Bagian Gas Oksigen
3. Bensin (C8H18) dengan Air (H2O)
AKTIFASI
C8H18 + 8H2O ————> 8CH4 + H2 + 4O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
8CH4 + H2 + 4O2 + (12,5O2) ———–> 8CO2 + 17H2O
1 Bagian Bensin dicampur dengan 8 Bagian Air akan menghasilkan 8 Bagian Gas Metan serta 1 Bagian Gas Hidrogen dan 4 Bagian Gas Oksigen
4. Oli (C20H42) dengan Air (H2O)
AKTIFASI
C20H42 + 20H2O ————–> 20CH4 + H2 + 10O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
20CH4 + H2 + 10O2 + (30,5O2) ————–> 20CO2 + 41H2O
1 Bagian Oli dicampur dengan 20 Bagian Air akan menghasilkan 20 Bagian Gas Metan serta 1 Bagian Gas Hidrogen dan 10 Bagian Gas Oksigen
5. Minyak Kelapa (C18H22O2) dengan Air (H2O)
AKTIFASI
C18H22O2 + 22H2O ————–> 18CH4 + 2H2 + 12O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
18CH4 + 2H2 + 12O2 + (25O2) ——————> 18CO2 + 38H2O
1 Bagian Minyak Kelapa dicampur 22 Bagian Air akan menghasilkan 18 Bagian Gas Metan serta 2 Bagian Gas Hidrogen dan 12 Bagian Gas Oksigen
6. Alkohol (C2H6O) dengan Air (H2O)
AKTIFASI
C2H6O + 3H2O —————-> 2CH4 + 2H2 + 2O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
2CH4 + 2H2 + 2O2 + (3O2) ————–> 2CO2 + 6H2O
1 Bagian Alkohol dicampur 3 Bagian Air akan menghasilkan 2 Bagian Gas Metan serta 2 Bagian Gas Hidrogen dan 2 Bagian Gas Oksigen
7. Minyak Tanah (C10H22) dengan Bensin (C8H18) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C10H22 + C8H18 + 18H2O ————-> 18CH4 + 2H2 + 9O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
18CH4 + 2H2 + 9O2 + (18O2) ——————–> 18CO2 + 38H2O
1 Bagian Minyak Tanah dengan 1 Bagian Bensin dicampur 18 Bagian Air akan menghasilkan 18 Bagian Gas Metan serta 2 Bagian Gas Hidrogen dan 9 Bagian Gas Oksigen
8. Bensin (C8H18) dengan Alkohol (C2H6O) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C8H18 + C2H6O + 11H2O ————–> 10CH4 + 3H2 + 6O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
10CH4 + 3H2 + 6O2 + (15,5O2) —————–> 10CO2 + 23H2O
1 Bagian Bensin dengan 1 Bagian Alkohol dicampur 11 Bagian Air akan menghasilkan 10 Bagian Gas Metan serta 3 Bagian Gas Hidrogen dan 6 Bagian Gas Oksigen
9. Minyak Tanah (C10H22) dengan Alkohol (C2H6O) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C10H22 + C2H6O + 13H2O ————> 12CH4 + 3H2 + 7O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
12CH4 + 3H2 + 7O2 + (18,5O2) —————> 12CO2 + 27H2O
1 Bagian Minyak Tanah dengan 1 Bagian Alkohol dicampur 13 Bagian Air akan menghasilkan 12 Bagian Gas Metan serta 3 Bagian Gas Hidrogen dan 7 Bagian Gas Oksigen
10. Lemak (C3H8O3) dengan Alkohol (C2H6O) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C3H8O3 + C2H6O + 6H2O ————–> 5CH4 + 3H2 + 5O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
5CH4 + 3H2 + 5O2 + (6,5O2) —————–> 5CO2 + 13H2O
1 Bagian Lemak dengan 1 Bagian Alkohol dicampur 6 Bagian Air akan menghasilkan 12 Bagian Gas Metan serta 5 Bagian Gas Hidrogen dan 13 Bagian Gas Oksigen
11. Minyak Kelapa (C18H22O2) dengan Alkohol (C2H6O) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C18H22O2 + C2H6O + 25H2O ————> 20CH4 + 4H2 + 11O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
20CH4 + 4H2 + 11O2 + (21O2) ————-> 20CO2 + 44H2O
1 Bagian Minyak Kelapa dengan 1 Bagian Alkohol dicampur 25 Bagian Air akan menghasilkan 20 Bagian Gas Metan serta 4 Bagian Gas Hidrogen dan 11 Bagian Gas Oksigen
12. Lemak (C3H8O3) dengan Bensin (C8H18) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C3H8O3 + C8H18 + 11H2O ————> 11CH4 + 2H2 + 7O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
11CH4 + 2H2 + 7O2 + (16O2) —————–> 11CO2 + 24H2O
1 Bagian Lemak dengan 1 Bagian Bensin dicampur 11 Bagian Air akan menghasilkan 11 Bagian Gas Metan serta 2 Bagian Gas Hidrogen dan 7 Bagian Gas Oksigen
13. Minyak Kelapa (C18H22O2) dengan Bensin (C8H18) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C18H22O2 + C8H18 + 30H2O ————-> 26CH4 + 3H2 + 16O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
26CH4 + 3H2 + 16O2 + (37,5O2) ——————> 26CO2 + 55H2O
1 Bagian Minyak Kelapa dengan 1 Bagian Bensin dicampur 30 Bagian Air akan menghasilkan 26 Bagian Gas Metan serta 3 Bagian Gas Hidrogen dan 16 Bagian Gas Oksigen
14. Oli (C20H42) dengan Bensin (C8H18) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C20H42 + C8H18 + 28H2O ————> 28CH4 + 2H2 + 14O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
28CH4 + 2H2 + 14O2 + (33O2) ————-> 28CO2 + 58H2O
1 Bagian Oli dengan 1 Bagian Bensin dicampur 28 Bagian Air akan menghasilkan 28 Bagian Gas Metan serta 2 Bagian Gas Hidrogen dan 14 Bagian Gas Oksigen
15. Oli (C20H42) dengan Minyak Tanah (C10H22) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C20H42 + C10H22 + 30H2O —————> 30CH4 + 2H2 + 15O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
30CH4 + 2H2 + 15O2 + (46O2) ————–> 30CO2 + 62H2O
1 Bagian Oli dengan 1 Bagian Minyak Tanah dicampur 30 Bagian Air akan menghasilkan 30 Bagian Gas Metan serta 2 Bagian Gas Hidrogen dan 15 Bagian Gas Oksigen
16. Oli (C20H42) dengan Alkohol (C2H6O) serta Air (H2O)
AKTIFASI
C20H42 + C2H6O + 23H2O ———> 22CH4 + 3H2 + 12O2
PEMBAKARAN SEMPURNA
22CH4 + 3H2 + 12O2 + (33,5O2) ———-> 22CO2 + 47H2O
1 Bagian Oli dengan 1 Bagian Alkohol dicampur 23 Bagian Air akan menghasilkan 22 Bagian Gas Metan serta 3 Bagian Gas Hidrogen dan 12 Bagian Gas Oksigen
REVOLUSI ENERGI serta REFORMASI SOSIAL dan LINGKUNGAN HIDUP
Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ila Ha IlaAllah, Allahu Akbar. Sungguh mengenaskan bangsa dan negeri ini dikarenakan banyak manusia yang berada di wilayah NKRI ini teraniaya oleh sebagian besar para penguasa maupun birokrat yang mengatur negara ini dengan sistem dan tehknik yang kacau balau. Bagaimana tidak mengenaskan, padahal negeri ini Allah SWT karuniakan kepada bangsa ini Sumber Daya Alam yang berlimpah ruah, namun Sumber Daya Alam tersebut justru tidak bisa dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh manusia dinegara ini. Beberapa contoh kedzaliman tersebut adalah berlimpahnya sumber – sumber pertambangan mineral baik berupa migas, batu bara, panas bumi dan lain – lain, tapi justru yang mengolah dan menikmati hasilnya secara maksimal adalah bangsa lain. Padahal bangsa inipun memiliki putra – putri terbaiknya yang ahli untuk mampu mengolahnya dengan biaya yang lebih murah, tapi dikarenakan adanya kepentingan bangsa asing, justru hasil karya putra – putri terbaik bangsa ini tidak di akomodir secara proporsional oleh pemerintah. Akibatnya adalah mahalnya harga BBM serta tidak terkendalinya harga BBG, lalu jeleknya pelayanan publik dibidang energi (contoh kasus yang dirasakan saat ini adalah pelayanan PLN sebagai BUMN negara ini). Hal itupun berimbas pada iklim bisnis dan industri kita, yang mau tidak mau biaya produksi mengalami pembengkakan, hasil produksinyapun tidak signifikan dengan modal yang dikeluarkan. Yang akhirnya secara makro perekonomian kita berada pada titik nadir yang berbahaya, laksana bom waktu C4 dan TNT (berharap tidak sampe sedahsyat BOM Hidrogen) yang siap memporak – porandakan negeri ini. Selain itu buruknya pengaturan tata ruang kota menyebabkan tidak selarasnya laju pembangunan dengan dampak lingkungan hidup dan sosial, yang menyebabkan terjadinya bencana banjir serta tanah longsor dan kebakaran dihampir setiap wilayah negeri ini.
Lalu dengan realitas tersebut apakah yang harus kita lakukan agar bangsa dan negeri ini selamat dikemudian hari? salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan berperan aktif dalam kegiatan REVOLUSI ENERGI serta REFORMASI SOSIAL dan LINGKUNGAN HIDUP. Dikarenakan pemahaman dan kesadaran tersebut itulah sejak beberapa tahun yang lalu penulis bersama dengan sahabat – sahabatnya berjuang melakukan riset serta eksperimen dalam menciptakan suatu alat yang mampu mengolah BBM (yang bersumber dari minyak nabati, bahkan kedepannya menggunakan limbah OLI BEKAS atau MINYAK JELANTAH) dan AIR menjadi GAS SINTETIK yang lebih murah dan ramah lingkungan. GAS SINTETIK itulah yang nantinya diharapkan mampu sebagai alternatif bahkan solusi jika BBM (berupa minyak mineral yang berasal dari minyak bumi) dan BBG (LPG maupun LNG) harganya semakin menggila dan tidak terkontrol kenaikannya, sehingga sebagaian rakyat kecil maupun kalangan pebisnis dibidang industri tidak mampu membelinya dengan harga yang wajar sesuai dengan kemampuannya masing – masing. Penulispun berharap jika riset dan eksperimennya bersama dengan sahabat – sahabatnya berhasil, alat tersebut bisa diproduksi secara masal dengan biaya yang sangat murah sehingga dapat dijual dengan harga yang terjangkau bagi semua jenis kalangan dinegeri ini, dari rakyat kecil hingga kalangan pebisnis maupun industri.
Saat ini alat yang sedang diriset dan dibuat terdiri dari dua jenis yaitu Hidrogen ELektrOliser for Save ENergy Optimum (HELO for SENO) dan Machine Activator Syntetic gas for Save ENergy Optimum (MAS SENO). Adapun prinsip kerja alat yang nantinya bernama HELO for SENO adalah merubah struktur kimia AIR yang terdiri dari unsur Hidrogen dan Oksigen yang berupa zat cair menjadi unsur berupa Gas Hidrogen dan Gas Oksigen dengan metode Elektrolisis dengan penambahan senyawa katalis. Dimana nantinya Gas Hidrogen dan Gas Oksigen itulah dapat digunakan sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan, dikarenakan emisi akhirnya adalah berupa uap air (setelah mengalami perubahan energi disebabkan adanya pembakaran yang sempurna). Sedangkan pirinsip kerja alat yang nantinya bernama MAS SENO adalah merubah struktrur kimia Hidrokarbon cair berupa minyak(minyak nabati, BBM mineral, limbah Oli Bekas atau Minyak Jelantah) yang terdiri dari unsur Karbon, Hidrogen dan Oksigen dicampur dengan AIR diubah menjadi Gas Metan, Gas Hidrogen, Gas Oksigen (yang selanjutnya dinamakan dengan Gas Sintetik) dengan metode Pemanasan Suhu yang Sangat Tinggi dan Tekanan yang Sangat Tinggi dengan penambahan senyawa katalis. Dimana nantinya Gas Sintetik itulah dapat digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan, karenakan emisi akhirnya adalah Gas Karbon Dioksida yang persentasenya sangat rendah dibandingkan uap air (setelah mengalami perubahan energi disebabkan adanya pembakaran yang sempurna).
Adapun dalam pencampuran Senyawa Hidrokarbon Cair dengan AIR memerlukan persentase yang sangat signifikan, sehingga dapat menghemat penggunaan Senyawa Hidrokarbon. Dimana senyawa Hidrokarbon Cair dengan AIR perbandingannya adalah sepersekian dari jumlah unsur carbon yang dikandungnya. sebagai contoh adalah 1 bagian senyawa Minyak Tanah (Kerosin) dicampur dengan 10 bagian Air( H2O ), sebagaimana kita ketahui Jumlah unsur Karbon ( C )dalam senyawa Hidrokarbon Minyak Tanah (Kerosin) adalah 10 (C10H22). Sehingga dengan menggunakan 1 bagian senyawa Minyak tanah di campur 10 bagian Air dengan menggunakan alat bernama MAS SENO, maka akan dihasilkan 10 bagian Gas Metan ( CH4 ) serta 1 bagian Gas Hidrogen ( H2 ) dan 5 Bagian Gas Oksigen ( O2 ). Dari reaksi kimia tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan alat bernama MAS SENO 1 bagian senyawa Hidrokarbon ditambah 10 bagian Air akan menghasilkan 16 bagian senyawa Gas Sintetik, atau artinya pula dari 1 bagian senyawa Hidrokarbon dgn alat bernama MAS SENO maka akan dihasilkan 16 bagian senyawa Gas Sintetik. Dari proses reaksi kimia menggunakan alat bernama MAS SENO maka 1 bagian senyawa Hidrokarbon kemampuannya dapat ditingkatkan menjadi 16 kali lipat dari sebelum menggunakan alat tersebut. Adapun penggunaan senyawa Hidrokarbon lainnya, peningkatan kemampuannya disesuaikan dengan rumus reaksi kimia yang terjadi, sedangkan perbandingan airnya juga disesuaikan dengan jumlah unsur karbon yang menyusun senyawa masing – masing Hidrokarbon tersebut.
Adapun Rumus Kimia Elektrolisa senyawa Air (H2O) menjadi Gas Hidrogen ( H2 ) dan Gas Oksigen ( O2 ) lalu terjadi reaksi pembakaran secara sempurna dan menghasilkan emisi berupa Uap Air ( H2O ) adalah sebagai berikut :
Elektrolisa Pembakaran Sempurna
2 H2O ————– 2 H2 + O2 —————————- 2 H2O
Sedangkan Rumus Kimia Aktifasi senyawa Hidrokarbon Minyak Tanah atau Kerosin ( C10H22 ) dicampur dengan senyawa Air ( H20 ) menjadi Gas Sintetik lalu terjadi reaksi pembakaran secara sempurna dan menghasilkan emisi berupa Gas Karbon Dioksida ( CO2 ) dan Uap Air ( H2O ) adalah sebagai berikut :
Aktifasi
C10H22 + 10 H2O ——————- 10 CH4 + H2 + 5 O2
Pembakaran Sempurna
10 CH4 + H2 + 5 O2 + (15,5 O2) ————————— 10 CO2 + 21 H2O
Prinsip kerja alat bernama MAS SENO ini nantinya memerlukan alat pemanas dan kompresi, dimana pemanas ini dapat menggunakan tenaga listrik (Heater) maupun memanfaatkan energi panas sinar matahari, sedangkan alat kompresinya bisa secara manual (dengan dipompa tangan atau kaki) maupun menggunakan mesin kompresor. InsyaAllah dalam waktu dekat ini (paling cepat akhir 2009, paling lambat pertengahan 2010) alat – alat tersebut yang bernama HELO for SENO dan MAS SENO sudah selesai di ujicoba dan dapat diproduksi masal untuk diaplikasikan sebagai penghemat BBM pada Kendaraan, sumber bahan bakar alternatif pengganti LPG (yang harganya sendiri diperkirakan akan selalu naik setiap bulan secara terencana oleh PERTAMINA atau PGN melalui persetujuan pemerintah dan parlemen), sumber bahan bakar untuk mesin pembangkit listrik (sebagai solusi serta alternatif bagi rakyat indonesia, baik rakyat kecil maupun kalangan pengusaha dan industri atas ulah PLN dalam kebijakannya mengatur energi listrik di Indonesia), sumber bahan bakar untuk mesin pengelas logam.
Adapun dalam proses sistem pemasaran dan produksinya nanti direncanakan akan menggunakan sistem networking non MLM, yaitu menggunakan sistem kemitraan berbasis nilai – nilai syariah. Dimana nantinya para calon pengusaha yang akan memproduksi dan memasarkan diwilayahnya akan disinergikan dengan lembaga keuangan syariah sebagai pensuport dalam pendanaan. Itupun jika calon pengusaha mengalami kendala dalam pendanaan tapi mempunyai potensi pasar yang prospektif. Adapun dalam proses kerjasama produksi dan pemasaran para calon pengusaha tidak serta merta bisa begitu saja menghendaki dirinya sebagai perwakilan serta bagian dalam produksi dan pemasaran, jika Penulis dan sahabat – sahabatnya melihat bahwa diwilayahnya sudah ada pengusaha lain yang sudah terlebih dahulu secara resmi menjadi perwakilan didaerah tersebut. Hal ini dilakukan semata – mata untuk mengurangi resiko terjadinya persaingan yang tidak sehat, sehingga dapat berimbas buruk berupa kerugian secara material maupun moril bagi pengusaha yang sudah secara resmi menjadi perwakilan, maupun bagi calon pengusaha yang berminat menjadi agen diwilayah yang sama. Dalam hal pemasaran dengan menggunakan sistem kemitraan yang syariah, kami sangat berusaha untuk bertanggung jawab secara material dan moril bagi para agen ataupun perwakilan dalam produksi maupun pemasaran alat HELO for SENO dan MAS SENO, agar tidak mengalami kerugian dan penyesalan dikemudian hari. Kami menginginkan agar dengan sistem tersebut hasil yang diperoleh akan menjadi berkah bagi setiap insan dibumi ini.
Dengan hadir dan terciptanya alat HELO for SENO dan MAS SENO maka secara tidak langsung kita ikut melestarikan lingkungan hidup kita, karena dengan alat tersebut kedepannya bangsa ini tidak perlu melakukan ekspansi dan eksplorasi serta eksploitasi besar – besaran terhadap sumber bahan bakar fosil, cukup memanfaatkan sumber bahan bakar terbarukan berupa minyak nabati ataupun limbahnya. Selain itu kita bisa belajar untuk memanfaatkan sumber daya alam yang berlimpah ruah seperti air, agar tidak menjadi masalah dimana saat musim kemarau kita mengalami bencana kekeringan, saat musim penghujan kita mengalami kebanjiran dan tanah longsor dimana – mana. Besar harapan penulis untuk bisa segera menyelesaikan riset alat HELO for SENO dan MAS SENO, agar bisa diproduksi masal dan bisa segera dimanfaatkan bagi seluruh umat manusia. Mohon doa dan suportnya agar semua ini berhasil sesuai dengan harapan. Agar bumi serta keberlangsungan hidup kita ini dapat kita selamatkan untuk generasi kita berikutnya.
saya menyadari akan hal itu maka di desa saya,saya dan tiga orang temen saya mengulirkan program penangulangan sampah khususnya sampah plastik dan mengatasi pengaguran para pemuda didesa saya,alhamdulilah berkat pertolongan Allah usaha itu pun lancar,namun dan pengembanganya kami mengalami kendala terutama dalam hal modal dan pengembangan sdm serta managamentnnya,untuk itu saya minta bantuan dari temen2.
Bismillah….. ini tugas bersama yang menjadi penanganan srius,karena setiap pribadi juga mengeluarkan smpah.Bukan dari segi bahaya atau juga penyakit yang timbul,namun apabila sampah dikelola dengan baik maka lingkunganpun menjadi bersih dan enak di pandang serta keberlangsungan hidup menjadi nyaman.Marilah muali dari diri sendiri… namun masalah ini tidak terlepas dari peran pemerintah dan media informasi untuk mensosialisaikan pemberdayan sampah, baik dari pengelolaan,pemanfaatan dan lain sebagainya. terimakasih.
bener sekali.sampah sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.perlu sesuatu yang baru untuk mengatasi dampak dari sampah..
…telah banyak ide kretif yang mengubah/mengolah sampah ini menjadi barang yang bisa dimanfaatkan kembali,misalnya seperti plastik bungkus mie instan, bungkus kopi sachet, dll (yang sejenisnya)yang “disulap” menjadi tas,tempat tissue, dsb….namun saya lihat apresiasi masyarakat terhadap produk daur ulang ini terbilang kurang, mengapa? karena pola pikir masyarakat kita yang terlalu dibiasakan dengan “barang baru”…jarang saya lihat produk-produk daur ulang ini dipakai dalam keseharian.
saya sih sangat menyarankan juga pihak pemerintah dan media (cetak,TV) ikut berperan aktif mengenalkan produk produk daur ulang seperti itu. saatnya orientasi kita adlah menyelamatkan lingkungan…tidak hanya orientasi bisnis (walaupun sebenarnya daur ulang ini mempunyai aspek bisnis juga kan??)…jangan selalu yang diekspos itu produk baru melulu…percuma kita mengiklankan produk-produk baru kalo kehidupan kita dikelilingi banyak tumpukan sampah….
saya tertarik di bisnis pengolahan samapah,kira 2 perizinan apa aja yg di perlukan untuk usaha ini ,karan saya ingin mencoba mengolah sampah industri ( oli bekas dan karung)
hehe banyak yang bilang go green tapi ternyata menggunakan plastik yang tidak ramah lingkungan. jarang2 yang mikir sampai ke problem sosialnya pak…
saya bercita2 dapat mengolah sampah rumah tangga bersama ibu2 rumah tangga yang lainnya. sayangnya kami tidak memiliki dana untuk pelatihan maupun membeli alat2nya. ada upaya yang lain tidak ya?
Untuk Ibu Ida Nuraeni,
Ibu sudah bergabung dengan KPMI? Kalau belum,kami sarankan untuk bergabung dengan KPMI, mungkin ada yang bisa membantu.
Untuk menjadi anggota KPMI terdaftar, silahkan mendaftar di :
http://kpmi.or.id/
Kemudian silahkan bergabung juga di milis diskusi KPMI, untuk mendapatkan informasi acara pertemuan, seminar, workshop dan peluang usaha, serta untuk berdiskusi dengan para pengusaha muslim yang telah menjadi anggota KPMI.
http://finance.groups.yahoo.com/group/pengusaha-muslim/
Untuk bergabung kirim email kosong ke : pengusaha-muslim-subscribe@yahoogroups.com
Untuk mengirim pesan, kirim email ke : pengusaha-muslim@yahoogroups.com
Setelah mendaftar, ibu diharuskan mengisi formulir yang otomatis akan dikirim sesaat setelah Anda mendaftar. Kemudian tunggu konfirmasi apakah pendaftaraan ibu telah disetujui. Mohon periksa folder SPAM/BULK, untuk memastikan email formulir isian tidak masuk ke dalam folder SPAM/BULK di aplikasi email ibu.
Demikian semoga bermanfaat