DARI REDAKSI
Belakangan ini, perkembangan bisnis pengobatan tradisional atau pengobatan alternatif demikian marak. Jumlah pelaku bisnis di bidang pengobatan tradisional ini tumbuh dengan sangat pesat. Tengok saja iklan yang tampil di berbagai media massa cetak. Dari tabloid, majalah, hingga surat kabar harian dipenuhi oleh iklan-iklan pengobatan alternatif. Baik yang berskala nasional maupun media lokal yang terbit di berbagai daerah.
Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) mencatat pesatnya perkembangan iklan yang dipasang para pelaku bisnis pengobatan alternatif sebagai sesuatu yang mencengangkan. Data PPPI tahun 2004 memperlihatkan bahwa belanja iklan bidang pengobatan tradisional menduduki posisi 11 dari 20 top belanja iklan secara nasional dengan jumlah mencapai Rp 121 bilion. Rekor ini mengalami kenaikan pada tahun 2005 dengan posisi 8 besar dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 136 bilion. Sebuah jumlah yang sangat fantastik.
Harus diakui, pesatnya pertumbuhan bisnis pengobatan tradisional atau alternatif tak luput dari perubahan paradigma global terhadap kebutuhan kesehatan yang aman dan relative murah. Masyarakat dunia pun lebih memilih untuk hidup sehat secara alami dengan kembali ke alam (back to nature). Selain merubah perilaku dan gaya hidupnya, masyarakatpun lebih memilih pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional dalam mencari kesembuhan terhadap penyakit yang dideritanya, tentunya dengan menghindari pengobatan modern yang cenderung makin mahal dan tidak aman akibat penggunaan bahan-bahan kimiawi. Penggunaan istilah pengobatan tradisional untuk menunjuk pengobatan alami atau dengan menggunakan bahan-bahan alam, seringkali disalahartikan dengan pengobatan secara mistik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagi jenis pengobatan alternatif ke dalam dua jenis, yaitu jenis pengobatan berdasarkan alat-alat yang digunakan dan jenis yang berdasarkan cara-cara. Pengobatan tradisional berdasarkan cara-cara meliputi terapi spiritual yang terkait hal gaib. Terapi jenis ini harus dihindari karena dilarang dalam syariat Islam. Sedangkan pengobatan tradisional berdasarkan alat-alat merupakan jenis terapi berdasarkan obat-obatan, seperti jamu dan pengobatan herbal. Bahan-bahan yang digunakan dalam pengobatan alami jenis ini diambilkan dari berbagai tumbuhan ataupun hewan yang mempunyai kandungan obat yang sangat baik bagi kesehatan. Maraknya bisnis pengobatan herbal inilah yang menjadi tema Laporan Utama yang kami sajikan pada edisi kali ini. Apalagi banyak bukti yang memperlihatkan bisnis herbal bisa bikin kantong tebal. Semoga bermanfaat.
OASE: Hikmah di Balik Puasa Ramadhan
Bulan Ramadhan, bulan yang selalu dinantikan oleh kaum muslimin karena saking banyaknya limpahan pahala di dalamnya. Orang-orang pun lebih semangat melakukan kebaikan dan enggan melakukan maksiat. Banyak sekali hikmah syar’i yang luar biasa di balik puasa Ramadhan. Oleh karena itu, para sahabat nabi sangatlah merindukan bertemu dengan bulan Ramadhan agar memperoleh hikmah-hikmah yang ada di dalamnya. Sebagian ulama mengatakan, “Para salaf biasa berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalan-amalan mereka diterima.” (Lathoif Al Ma’arif, 369).
Beberapa hikmah bulan puasa adalah: Menggapai derajat taqwa, Meninggalkan syahwat dan kesenangan dunia, Menjadi lebih baik dari seblumnya, Kesempatan untuk saling berbagi antara si miskin dan si kaya. Semoga Allah menjadikan ibadah kita di Ramadhan tahun ini lebih mengikuti tuntunan Nabi-Nya. Semoga selepas Ramadhan, kita pun menjadi insan yang lebih meningkat iman dan ketakwaannya pada Allah. Amin Yaa Mujibas Sailin.
Simak ulasan penyejuk hati pengusaha muslim dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
LAPORAN UTAMA: Membedah Bisnis Pengobatan Herbal di Indonesia
Jauh sebelum munculnya pengobatan alternatif, Islam telah mengenal pengobatan yang di ajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam . Kini, inovasi dan aplikasi pengobatan yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat beragam dan terangkum dalam beberapa ayat al-qur’an dan hadist.
Rasullulah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya, maka jika obat telah mengenai penyakit maka akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Muslim). Dan dalam hadist lainnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian.”
Majalah Pengusaha ingin memberikan edukasi kepada pembaca bagaimana menjalankan bisnis pengobatan herbal yang Islami, memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, dan keuntungan profit yang halal bagi pelaku usahanya. Sejauh mana praktik bisnis pengobatan herbal di tanah air? Bagaimana para pelaku bisnis ini menerapkan manajemen moderen dalam menjalankan bisnisnya? Apakah pelaku bisnis herbal tersebut sudah melengkapi persyaratan dan berkas-berkas keabsahan produknya sebelum memasarkan produknya ke masyarakat?
Simak ulasan bisnis herbal ini dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
LAPORAN UTAMA: PT Habbatussauda International Bisnis Herbal Beromzet Miliaran Rupiah
Ada apa di balik makin populernya bisnis herbal di Indonesia? Selain khasiat herbal makin diakui oleh masyarakat, ditambah banyaknya penelitian yang dilakukan oleh para akademisi menyangkut khasiat tanaman obat, keuntungan finansial yang diperoleh dari bisnis ini juga tak kalah menariknya.
Tengok saja bisnis herbal yang dilakukan PT. Habbatussauda Internasional (HI). Perusahaan herbal ini didirikan dan digagas oleh Ir. Yusuf Efendy Djuanda, Ramulya, S.si, dan Ir. Faisal Sardono, M.M. tahun 2005. Ir. Yusuf Efendy mengaku, pendirikan perusahaan ini didasari dengan komitmen yang tinggi dan bekal pengalamannya bekerja di sebuah perusahaan herbal nasional.
PT. HI mengklaim sebagai perusahaan herbal pertama di Indonesia yang memproduksi suplemen makanan, minuman, obat-obatan, dan suplemen ekstra energi dari bahan habasyi (habbatussauda). PT. HI mengimpor bahan baku berupa jinten hitam (habbatussauda) sekitar 15 ton setiap bulan dari Ethiopia dan Mesir. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Meski baru berusia 5 tahun, PT. HI memiliki sekitar 80 karyawan dan memproduksi 18 jenis produk herbal dengan omset milyaran rupiah.
Simak kisah sukses produsen herbal yang memulai dari nol usahanya, dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010.
LAPORAN UTAMA: CV. Al-Manar Herbafit, Dahsyatnya Bisnis Herbal
Modal hanya Rp 300 ribu, omset Rp 500 juta per bulan
Bisnis herbal memang sangat menggiurkan keuntungannya. Bayangkan, dengan modal usaha hanya ratusan ribu namun mampu meraih omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan. Tak salah jika banyak orang beramai-ramai mencoba bisnis herbal. CV. Al-Manar Herbafit telah membuktikannya. Perusahaan herbal yang berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km. 7, Glondong RT. 03 No. 022, Wirokerten, Banguntapan, Bantul ini boleh dikata sukses di bisnis herbal. Dengan modal usaha hanya Rp.300.000,- kini perusahaan tersebut mampu meraih omzet Rp 550 juta per bulan.
Beberapa hal yang membuat perusahaan ini unggul dalam pemasaran maupun penyerapan produk oleh konsumen adalah keunggulan produk, kemitraan, dan pelayanan. Keunggulan produk terletak pada penjagaan proses produksi agar senantiasa mengikuti prinsip-prinsip proses pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Pada akhirnya menjadikan produk CV. Al-Manar Herbafit berkualitas sehingga mampu memberikan manfaat yang sesuai keinginan konsumen.
Simak kisah sukses Al-Manar dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
LAPORAN UTAMA: Akar Pinang, Pengobatan Herbal Ala Haji Andi Muhammad
Di Jakarta ada sebuah perusahaan herbal yang cukup ternama namanya PT. HAM Jaya yang berada dalam naungan Yayasan Haji Andi Muhammad, pimpinan Haji Andi Muhammad sebagai pendiri. Perusahaan ini diklaim oleh Haji Andi Muhammad sebagai obat herbal dari akar pinang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hidup sehat dengan tren kembali ke alam (back to nature), aman di konsumsi, dan telah terdaftar di Dirjen POM dalam bentuk kemasan praktis dan harga terjangkau.
Akar pinang adalah metode pengobatan yang diwarisi dari keluarga ayahnya dan bahan-bahan yang digunakan adalah tumbuh-tumbuhan alami, tanpa sedikit pun bahan yang mengandung unsur kimia. Pengobatan cara herbal yang dilakukannya sama sekali tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan pasien. Akar pinang bisa digunakan untuk mengobati kanker,kencing manis, asma, hepatitis, hingga prostat.
Simak pengobatan herbal akar pinang dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
LAPORAN UTAMA: PT. Liza Herbal Internasional Perusahaan Herbal Nasional dengan Manajemen Moderen Unggul SDM, Teknologi, dan Produknya
PT. Liza Herbal International (LHI) adalah perusahaan nasional yang bergerak di bisnis obat herbal yang patut dicontoh oleh pelaku bisnis herbal di tanah air. Perusahaan yang didirikan pada 17 Maret 2005 di Bogor ini memiliki komitmen untuk mengembangkan produk- produk dan jasa herbal alami Indonesia yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Perusahaan yang didirikan oleh dosen Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, Msi ini telah berhasil mengembangkan produk herbal suplemen dalam bentuk kapsul dan teh sebanyak 34 jenis, minuman tradisional bandrek, dan gula alami yang berasal dari nira aren alami. Selain itu produk- produk LHI menggunakan 100% bahan-bahan alami yang berasal dari Indonesia (100 % local content) sehingga dengan menggunakan produk- produk LHI berarti telah berkontribusi membantu para petani dan pengusaha lokal yang menjadi mitra LHI dalam mengembangkan produk- produk herbal yang berkualitas.
Simak ulasan PT. LHI dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
LAPORAN UTAMA: Saeroji, Sebulan Raih Omzet Rp. 300 Juta, Berkat Jahe Merah
Jika membahas peluang jahe merah untuk bisnis, cocoknya bertanya kepada, Saeroji. Wirausahawan asal Provinsi Banten ini sukses berbisnis jahe merah. Dengan modal cekak, kini ia meraih omzet Rp 300 juta per bulan. Ia tak lagi bingung mencari kerja namun sibuk mengembangkan usahanya. Meskipun rasanya pedas namun tanaman herbal ini mampu mendatangkan untung yang legit. Ya, jahe merah (Zingiber officinale Linn. Var. Rubrum) yang dikenal masyarakat dengan sebutan jahe yang digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan obat.
Dengan modal awal Rp 30.000, Saeroji beserta Didin, salah seorang adiknya membelanjakan 3 kg jahe merah serta bahan pelengkap lainnya. Dari modal bahan baku dasar tersebut, Saeroji mencoba membuat 3 kg jahe merah menjadi 10 toples jahe merah dalam bentuk bubuk. Setelah jadi, ia dibantu saudaranya memasarkan sendiri produknya door to door di desanya.
Saeroji kini sudah merasa lega karena usahanya mamu memberdayakakan warga sekitarnya. Setidaknya ada sekitar 40 tenaga kerja yang terserap, terdiri 25 santri Pondok Pesantren Al- Miskat di bagian pengepakan, serta 15 pegawai di bagian produksi.
Simak kisah Saeroji dalam membangun bisnis herbal dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
LAPORAN UTAMA: Prosedur PengurusanIzin Depkes dan Label Halal MUI
Semua produk makanan dan turunannya, obat-obatan (termasuk herbal), dan kosmetika harus mendapatkan izin dan pengesahan dari instansi pemerintah maupun pihak yang berwenang. Ketentuan ini penting untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen dari dampak buruk dan negatif dalam penggunaan dan pemanfaatan produk-produk tersebut. Perizinan yang paling pokok mesti dimiliki pengusaha di bidang makanan dan obat-obatan adalah perizinan yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan (Badan POM Depkes) dan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).
Sanksi yang diberikan kepada pengusaha yang melanggar atau tidak memiliki izin tersebut cukup berat. Bisa penutupan industri/usahanya, penarikan semua barang, pelarangan izin beredar, bahkan dalam beberapa Perda, ada sanksi yang paling berat, yaitu sanksi pidana berupa kurungan paling lama 3 bulan dan/atau denda yang besarnya variatif.
Umat islam di Indonesia perlu melihat produk herbal yang halal dengan melihat sertifikasi yang diberikan oleh LPPOM MUI. Untuk itu para produsen herbal saat ini juga telah banyak melakukan proses tersebut.
Simak ulasan pengajuan izin bisnis herbal dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
FIKIH KONTEMPORER: Kalau Bisa Mengobati Diri Sendiri, Kenapa Harus ke Dokter?
Kehidupan dunia ini sarat dengan lika-liku yang sangat dinamis. Di antara dinamika kehidupan yang pasti pernah mewarnai hidup Anda ialah sakit dan sehat. Bisa jadi, hari ini fisik anda sedang menderita gangguan kesehatan alias sakit. Walau demikian, tidak perlu berkecil hati, apalagi patah arang, karena kemaren Anda segar bugar. Dan besarkan hatimu, esok hari andapun dengan izin Allah akan kembali sehat wal afiat.
Sejatinya, tidak ada yang menghalangi Anda untuk mengenyam pengobatan bagus nan mujarab, walaupun kantong Anda tipis. Karena begitu bagus, dan mujarab, pengobatan ini tidak memiliki efek samping yang perlu dikhawatirkan. Tentunya bila dilakukan dengan cara yang benar. Diantara pengobatan itu adalah: membaca ayat-ayat Al-qur’an dan doa mohon kesembuhan kepada Allah.
“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim). Pada hadits lain, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan untuknya obat, hal itu diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.” (HR. Ahmad dan At Thobroni. Dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Al Hakim).
Ulasan fikih kontemporer ini dapat dilihat dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
KAJIAN KITA: Upah “Menjampi-jampi” dengan Bacaan Al Qur’an
Setiap orang yang merasa memiliki keahlian dalam perawatan dan pengobatan kesehatan, berlomba-lomba memasang tarif tinggi untuk perawatan atau pengobatan yang mereka tawarkan. Tanpa terkecuali sebagian orang yang merasa memiliki keahlian dalam pengobatan dengan metode “ruqyah” atau jampi-jampi dengan bacaan Al Qur’an dan doa’-doa’.
Secara prinsip, tidak ada larangan bagi Anda untuk mengampil upah dari jasa menjampi-jampi saudara Anda yang menderita sakit. Bahkan dapat disimpulkan, bahwa seluruh ulama’ sepakat bahwa upah “jampi-jampi” adalah halal.
Bolehnya mengambil upah dari menjampi-jampi dengan bacaan Al Qur’an, bukan berarti Anda bebas memasang tarif layanan sesuka hati Anda. Tidak dipungkiri, orang-orang yang menyediakan layanan pengobatan alternatif sering kali memasang tarif yang tinggi, tanpa terkecuali sebagian ustadz yang melayani pengobatan dengan “jampi-jampi” alias ruqyah. Ketentuan ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, “Nikmatilah upahmu, bila sebagian orang sungguh mendapatkan upahnya dengan bacaan jampi-jampi yang batil, maka engkau sungguh telah mendapatkannya dengan bacaan yang benar.” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud hadits shahih)
Ulasan kajian ini dapat dilihat dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
KAJIAN KITA: Jual Beli yang Dilarang Dalam Syariat Islam
Pada edisi yang lalu, kami telah menjelaskan sebab-sebab dilarangnya jual beli. Pada edisi kali ini kami akan menyebutkan beberapa bentuk jual beli yang dilarang dalam syariat Islam. Di antara jual beli yang juga terlarang adalah jual beli dengan cara ‘inah, yaitu menjual sebuah barang kepada seseorang dengan harga kredit, kemudian dia membelinya lagi dengan harga kontan akan tetapi lebih murah dari harga kredit. Kedua: Talaqqi ar-Rukban (menghadang penjual di tengah jalan). Ketiga: Jual Beli dan Syarat. Keempat: Dua Perjanjian Dalam Satu Transaksi Jual Beli
Ulasan Jual Beli ini dapat dilihat dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
FIKIH KONTEMPORER: Hukum Periklanan
Periklanan pada dasarnya bertujuan untuk mengenalkan suatu produk kepada calon konsumen. Dan selanjutnya, bila produk telah dikenal oleh konsumen, tujuan periklanan terus berkembang pula, yaitu untuk membangun loyalitas mereka. Sering pelaku niaga menjadikan periklanan sebagai salah satu cara untuk memenangkan persaingan dan menjatuhkan produk pesaingnya. Makanya, sering kali Anda mendengar atau membaca suatu iklan yang menjelek-jelekkan produk lain, baik dengan cara langsung atau dengan membangun opini buruk tentang produk tersebut.
Tentunya, fenomena periklanan ini mengundang perhatian Anda sebagai pelaku usaha sekaligus konsumen yang beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir. Untuk itu ada baiknya kita memperhatikan batasan dalam dunia periklanan. Batasan-batasan dalam periklanan adalah: Jujur, tidak mengandung unsur haram, tidak mencela produk orang lain, dan tidak berlebih-lebihan.
Ulasan lebih lengkap tentang Hukum Perikalan ada dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
KISAH: Toko Muslim Ihya, Bermula dari Hobi, Kini Hasilkan Ratusan Juta
Widodo, mengawali sejarah bisnisnya saat masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM). Di sela-sela kegiatan kuliahnya, mahasiswa angkatan 1989 yang berasal dari Solo ini mencoba membawa sejumlah busana muslim dari Pasar Klewer Solo untuk dijual ke teman-teman kuliahnya. Apalagi Solo dikenal sebagai pusat perdagangan busana, khususnya busana muslim. Kebetulan pula mahasiswa yang dikenal aktif di kampus ini menggemari masalah fashion, jadilah bisnis itu dijalankan dengan senang hati di sela padatnya jadwal kuliah dan kegiatan organisasi.
Menjalankan sebuah bisnis tidak selalu harus dimulai dengan perencanaan yang matang, dengan ide-ide yang cemerlang, ataupun modal yang tak kurang. Memulai usaha dari sekedar sambilan pun dapat membuahkan hasil. Apalagi bila bisnis itu dijalankan karena hobi dan kesenangan kita terhadap produk yang akan diusahakan. Inilah yang telah dibuktikan Widodo, seorang pengusaha yang telah berhasil mengembangkan Toko Muslim Ihya menjadi bisnis dengan omset ratusan juta rupiah per bulan.
Simak kisah pengusaha Toko Muslim Ihya’ dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
PELUANG USAHA: Kain Songket Jambi Buatan Mania, Harganya Hingga Jutaan Rupiah
Kota Jambi dikenal secara nasional sebagai kota yang memproduksi tenun songket terbaik di tanah air. Tak heran jika harga tenun ikat Jambi ini relatif mahal antara Rp 800.000,- hingga jutaan rupiah, tergantung bahan yang digunakan, motif, dan tingkat kesulitannya. Sayangnya, tak banyak masyarakat Kota Jambi yang mau menjadi perajin tenun songket tradisional, mengikuti jejak pendahulunya.
Mania, yang lazim dipanggil Cik Mia, merupakan salah satu perajin tenun songket asal Kota Baru, Jambi yang ternama. Hasil tenun songketnya sering dipamerkan di even-even nasional oleh Dekranasda Jambi maupun Pemda Jambi. Ia pun beberapakali meraih penghargaan, misalnya dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai Juara Pertama Kreasi Kriya Terbaik untuk kategori Tekstil, tahun 2009. Semua songket karya Mania ditampilkan dalam peragaan busana desainer Sebastian Gunawan di Jakarta.
Omzet per bulan dari usaha songketnya antara Rp. 40 hingga Rp. 50 juta. Untuk persediaan dia juga memiliki stok kain tenun songket di rumahnya sekitar 100 pasang kain songket.
Simak ulasan Pengusaha Songket Jambi ini dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
WARALABA: Bakso Kepala Sapi, Bakso Sehat, Rendah Kolesterol, dan Kaya Rasa Khas
Rasanya, tak ada orang Indonesia yang tidak kenal bakso. Makanan ini tentunya sudah menjadi menu favorit kebanyakan masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bakso Kepala Sapi merupakan usaha bakso yang berani menjamin bahwa produknya merupakan makanan yang halal, higienis, namun memiliki cita rasa yang sangat khas. Bahkan Depot Bakso Kepala Sapi (BKS) merupakan pelopor depot bakso sehat yang rendah kolesterol, bebas babi, bebas borax dan formalin. Bakso Kepala Sapi merupakan hasil paduan olah kreatif dan kejelian kuliner sohor yang cerdas memadukan rempah asli nusantara dengan daging kualitas wakhid.
Bakso Kepala Sapi merupakan unit usaha dibawah bendera PT. Massa Makmor Food and BV bersama PT. PMM sebagai lead market-nya menawarkan kepada siapa pun untuk bermitra dengan menjadi franchisee merek terdaftar ini. Banyak kisah sukses dari mitra depot premuim Bakso Kepala Sapi yang berhasil balik modal (BEP) sangat cepat. Apalagi tidak sedikit informasi dari mitra di lapangan membuktikan bahwa banyak yang omsetnya mencapai Rp 60 juta per bulan .
Simak Peluang Waralaba bakso dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
INOVASI: Chocodot, Inovasi Unik Jajanan Khas Garut
Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Garut Jawa Barat tentu sudah tidak asing lagi dengan dodol, kudapan khas Garut. Namun setahun terakhir ini ada sesuatu yang unik mengisi display di sebagian besar pertokoan jajanan khas Garut yaitu produk “chocodot” singkatan dari Chocolate With Dodol Garut (cokelat isi dodol garut). Sebuah terobosan berani dari Kiki Gumelar yang merombak dodol, warisan jajanan leluhur masyarakat Garut ini menjadi produk baru yang saat ini banyak diburu masyarakat Jawa Barat.
Kiki mengaku munculnya ide-ide unik itu bermula dari keterpaksaan sewaktu ia harus memutuskan untuk mengakhiri kerjanya. Produk yang dikelurkan oleh Kiki terbilang cukup unik. Ia memadukan coklat dan dodol dalam satu produk. Artinya dia memiliki konsumen dodol yang mayoritas orang dewasa, juga konsumen coklat yang mayoritas anak-anak dan remaja.
Simak inovasi chocodot dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
KLINIK ONLINE: Email Marketing Membangun Loyalitas Pelanggan
Di era informasi saat ini, pembeli sering dihadapkan pada lebih banyak pilihan produk. Akibatnya, banyak pengusaha yang mengeluh bahwa menjual di era sekarang lebih sulit dibandingkan 5-10 tahun sebelumnya. Permasalahan ini sebenarnya terjadi setelah makin berkembangnya industri kreatif, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Email marketing jika diarahkan dengan baik maka akan meningkatkan fungsinya sebagai media komunikasi rutin yang efektif dan efisien. Efektif, karena media tersebut langsung masuk ke pusat sasaran yaitu email pelanggan, dan ini berbeda dengan melalui pos atau fax yang harus melalui rantai jaringan yang berkelok dan belum tentu langsung sampai. Efisien, karena mengirim ke 10 pelanggan dan 1000 pelanggan dengan usaha dan biaya yang sama, dan ini berbeda jika melalui pos karena semakin banyak pelanggan semakin besar biaya yang dikeluarkan.
Simak Konsultasi Klinik Online dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
KONSULTASI KEUANGAN: Mencari Modal Usaha
Saya memiliki banyak sekali ide bisnis yang ingin saya kembangkan, dan saya yakin dengan rencana saya. Namun kendalanya adalah modal yang dibutuhkan ternyata cukup besar, sedangkan modal saya pas-pasan. Bagaimana sebaiknya mencari modal usaha (tentunya saya tidak mau berhubungan dengan bank). Apa saja sumber pembiayaan yang dapat saya gali untuk mendapatkan modal usaha? Dan apa pula yang mesti saya lakukan untuk mendapatkannya?
Simak Jawaban pertanyaan diatas dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010
SOROTAN: Multi Level Marketing dalam Timbangan Syariat
Pesatnya perkembangan bisnis herbal di Indonesia, ternyata banyak ditentukan system pemasarannya yang memanfaatkan jaringan. Salah satu bentuk pemasaran model ini adalah penggunaan teknik Multi Level Marketing (MLM). Tidak sedikit pembaca yang merasa bimbang dan bertanya tentang hokum syariah sistim MLM dalam menjalankan bisnis pengobatan alternatif ini. Untuk itu berikut kami sajikan tulisan dibawah ini yang sangat relevan dengan tema laporan utama yang diangkat kali ini. Artikel ini sudah direview dan sedikit dilengkapi oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri. Semoga bermanfaat.
Simak ulasan tentang bisnis MLM terutama pada bisnis herbal pada Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010


Email:
Telp: 081567989028
Telp: (0274) 8378008
assalamu alaikum………
singkat saja,dimana saya bisa mendapatkan majalah pengusaha muslim di kota saya di balikpapan (kaltim)?
terima kasih
Wassalam.
febrian
isi majalahnya sangat baik dan bagus untuk para pemula untuk
dijadikan inspirasi jiwa kewirausahaan, hanya perlu juga
ditampilkan hambatan2 yg dihadapi sebelum sukses, karena
banyak jg yg gagal dalam berbisnis…tolong kiat2 cara
berbisnis yg baik disertakan juga, terimakasih sebelumnya.
Salam Pengusaha !
Wilayah Banjarmasin bagaimana pak ?
Agennya dimana saja
Tks
assalamualaikum, sy sudah membuka usaha rental komputer dan warnet selama 8 th akan tetapi untuk mengembangkan usaha bth modal, sedangkan kl pinjam ke bank riba?sy sebenatnya bnyk sekali ide krn letak tempat usaha sy insyallah setrategis, bgm sy hrs cr modal pengembgn usaha??tlg di bantu syukrn assalam
Untuk Balikpapan Agennya
Kios Herbal Basmalah
Jl. Siaga dalam Gg. Pesantren RT. 19 No. 38 Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan 0542 7045 028
Assalamu’alaikum.
Dimana saya bisa mendapatkan majalah pengusaha muslim d semarang?
Asslm…. saya sudah mengirim uang untuk berlangganan Majalah PM…. saya kirim akhir juli kemarin… sampai sekarang Majalah PM nya koq belum datang ya… biasanya berapa lama sampai ke tempat tujuan??? By. M.Ali Sintang Kalbar
assalamu’alaikum..
Saya mau tanya dmn saya bs mendptkan majalah pengusaha muslim d kota bandar lampung…
bagaiman untuk mendapatkan majalah edisi mei 2010 ?
dapat menjadi sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan di bidang kewirausahaan. Maju terus para pengusaha Muslim dunia.. mari kita angkat harkat & martabat ummat Muslim di seluruh penjuru bumi Alloh,SWT ini.
?????????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
Ana mau berlangganan majalahnya, sekalian referensi majalah manhaj salaf utk jakarta, mohon diinformasikan, jazakumullohu khoiron…
wassalamu’alaikum
*Untuk Abu Haidar
Untuk berlangganan silahkan transfer dulu ke rekening kami, kemudian konfirmasi lewat sms dengan format seperti yang tercantum pada ketentuan berlangganan.