Majalah Pintar Pengusaha Muslim

Kompetisi Layanan di Bisnis Transportasi

Posted in Opini- Januari 27, 2011

Bisnis transportasi sesungguhnya adalah bisnis jasa layanan (service).  Agar konsumen tetap loyal menggunakan layanan penyedia jasa tersebut, maka perusahaan tersebut harus  mampu mengikat konsumen dengan produk berupa jasa yang menarik dan memikat.  Tentunya dengan strategi yang tepat dan efektif.

Dalam tata nilai sosial kemasyarakatan masyarakat Indonesia, kita mengenal  istilah tamu adalah raja yang dimaknai bahwa  kita harus memuliakan tamu, siapapun tamu tersebut. Dalam  dunia bisnis kita sering mendengar bahwa konsumen adalah raja,  yang maknanya kurang lebih sama dengan  tamu adalah raja. Islampun mengajarkan umatnya untuk memuliakan tamu kita.  Seperti sabda Rasulullah shallallahu”alaihi wa sallam, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali persahabatan; dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau hendaklah dia diam saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada  buku Bottom up Marketing,  Al Rise dan Jack Trout menyatakan bahwa your tactic should not be customer oriented. Apabila kita berkonsentrasi pada konsumen (customer centric), maka  kita akan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Pekerjaan-pekerjaan yang dimaksud adalah menanamkan brand perusahaan pada benak target, meningkatkan image positif, memberikan pelayanan terbaik, dan pada saat yang bersamaan berupaya meningkatkan jumlah pelanggan dan merebut pelanggan baru.

Jika kita baca konsep customer centric, di satu sisi perusahaan menginginkan setiap konsumennya untuk loyal.  Di sisi lain, perusahaan memperlakukan konsumen sebagai raja. Dalam konsep Soul Marketing, yang dikembangkan adalah sikap-sikap terpuji yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu”alaihi wa sallam dalam melakukan aktivitas perniagaannya. Di antara sikap yang dikembangkan adalah jujur, ikhlas, dan peka.  Sikap ini akan memunculkan keseimbangan antara perusahaan dengan konsumennya yang populer dengan istilah win-win solution.

Dalam kerangka ekonomi kepuasan konsumen didefinisikan sebagai  hasil yang dirasakan oleh pembeli (konsumen)  yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Pelanggan (konsumen/customer) merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka terlampaui.  Dan pelanggan yang puas cenderung akan loyal lebih lama, membeli lebih banyak, serta cenderung  kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan.

Mencontoh Manajemen Blue Bird Group

Di Indonesia tak banyak penyedia jasa transportasi yang benar-benar memberikan service bagus berupa  layanan, kenyamanan, dan keamanan kepada konsumennya.  Di Jakarta kita mengenal Taksi Blue Bird di bawah manajemen Blue Bird Group.  Nama taksi tersebut begitu dikenal oleh konsumen baik di Jakarta maupun luar Jakarta karena merasa puas dengan layanan jasanya.

Menurut  Dr. H. Purnomo Prawiro,  CEO dan President Director Blue Bird Group bahwa proses awal sebelum memberikan servive ke pelanggan adalah peranan manusia di perusahaan khususnya pengemudi. Selanjutnya adalah infrastruktur dan sistim manajemen.

Blue Bird Group mencanangkan slogan Andal, akronim dari Aman, Nyaman, Mudah dan Personalize. Slogan inilah yang  dijadikan pedoman Blue Bird dalam memberikan service kepada pelanggan dan harus diaplikasikan oleh karyawan Blue Bird di semua tingkatan.  Jika semua karyawan khususnya pengemudi merasa nyaman dalam bekerja, maka hal ini akan berdampak pada pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

Karena komitmen itulah Blue Bird menjadi layanan jasa transportasi terdepan di Jakarta. Bahkan, sangat sulit dibantah, di antara berbagai merek taksi yang beredar di wilayah Jakarta dan sekitarnya, diferensiasi taksi Blue Bird tampak begitu menonjol.

Jika  dilihat darisejarah berdirinya Blue Bird Group, pada tahun 1972, Blue Bird hanya memiliki 25 taksi.  Berkat kepiawainnya mengembangkan pasar dan melayani konsumen, kini Blue Bird Group memiliki sekitar 19.000 armada. Blue Bird Group mampu melayani lebih dari tiga juta penumpang per bulan di seluruh tanah air.

Selain Blue  Bird Group, kita mengenal  Bus White Horse, berada di bawah manajemen White Horse Group. Beberapa waktu lalu, Bus White Horse dinobatkan sebagai perusahaan angkutan pariwisata dengan pelayanan terbaik  oleh Kementerian Perhubungan RI.

Penghargaan tersebut diberikan kepada White Horse Group berdasarkan penilaian dewan juri Kementerian Perhubungan terhadap armada, pool, dokumen, tenaga kerja, mess karyawan, hingga lingkungan sekitar. Selain mengenai perizinan, tim penilai juga melakukan survei lapangan ke Pool White Horse di Rawa Bokor, Cengkareng, Jakarta Barat. Perusahaan itu dinilai peduli terhadap lingkungan karena melakukan pengelolaan limbah oli, ban mobil, dan perkakas lain. Kesejahteraan karyawan bahkan juga menjadi penilaian.

White Horse memiliki 250 armada bus, di dukung 500 staf , melayani  tour dan  travel terkait dan industri pariwisata baik di pasar domestik dan internasional. Beberapa daerah tujuan wisata utama di Indonesia yang biasa dilayani seperti, Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Bali.

PT. Panorama Transportasi dikenal sebagai nama merek White Horse Deluxe Coach (WHDC) adalah strategic business unit PT. Panorama Sentrawisata Tbk. Sejak tahun 1975 WHDC telah tumbuh menjadi perusahaan besar dengan reputasi dunia dalam hal keunggulan.
Pendiri dan pemilik, Adhi Tirtawisata, dinobatkan ke ADI KARYA “Hall of Fame” berkat kontribusi signifikan terhadap industri pariwisata di tanah air.

WHDC mendukung layanan dengan teknologi canggih perencanaan, keahlian logistik dan menempatkan depot strategis di pusat-pusat wisata utama. Ini menghasilkan kontrol kualitas dan keandalan.  Keselamatan selalu dinomor satukan.  WHDC berkomitmen untuk menyediakan transportasi yang dapat diandalkan dan terjangkau, melayani berbagai kelompok masyarakat yang ingin menggunakan jasanya.

Sementara di Bandung, kita mengenal Cipaganti Group,  merupakan  perusahaan yang bergerak di sektor riil dengan mengelola beberapa produk jasa yang sangat dibutuhkan demi perkembangan pembangunan di Indonesia.  Cipaganti Group  telah menjadi inspirasi dan contoh riil dunia kewirausahaan hingga saat ini berkembang menjadi korporasi nasional.

Keberadaan Cipaganti Group dimulai dengan dibukanya usaha jual beli mobil bekas dengan nama Cipaganti Motor oleh Andianto Setiabudi pada tahun 1985 di Jalan Cipaganti No.84 Bandung. Perkembangan usaha dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup baik sehingga dapat berkembang dengan memiliki beberapa showroom mobil bekas di Jalan Cipaganti, Cihampelas dan jalan Abdul Muis, Bandung.

Cipaganti Group melakukan ekspansi di berbagai sektor, misalnya transportasi mulai dari travel, sewa mobil, bus wisata, taksi, penjualan tiket, cargo, juga sektor properti dan perbankan. Cipaganti yang berkantor  pusat di Jalan Gatot Subroto No. 94, Bandung, Jawa Barat, menyediakan kendaraan untuk disewakan dengan berbagai jenis jasa pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, yaitu jasa rental Cipaganti dapat digunakan untuk short term (jam / harian / bulanan) maupun long term (tahunan), dengan perjanjian sewa-menyewa yang fleksibel yang berfokus kepada kepuasan pelanggan.

Selain itu  juga menyediakan rental mobil untuk jasa pengantaran dan layanan ritasi berdasarkan kontrak tujuan ataupun layanan sewa logistik untuk distribusi produk. Mobil rental Cipaganti terdiri atas mobil penumpang dan mobil barang dengan berbagai jenis dari sedan mewah, sedan, minibus, pick up, box, truck, dan sebagainya dengan berbagai merk  dan tipe seperti, Jaguar S Type, Mercedes Benz S320, Toyota Alphard, Nissan Serena, Toyota Vios, Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Isuzu Elf, Mitsubishi Kuda Grandia, Mitsubishi Colt Diesel Double/Engkel Full Box, dan Mitsubishi L300 Full Box.

Sedangkan layanan travel dan shuttle, Cipaganti memiliki 200 armada dengan memberikan berbagai jenis pelayanan antar jemput penumpang dari dan ke tempat tujuan (door to door), dari terminal / pool ke tempat tujuan (pool to door) dan Shuttle Service dari pool ke pool (pool to pool).

Layanan bus wisata,  tours & airlines ticketing melayani jasa, penjualan tiket penerbangan domestik dan internasional, voucher hotel domestik dan  internasional, paket tour domestik dan  internasional, paket meeting, dan group tour. Bus Pariwisata adalah jasa layanan yang dikembangkan untuk mendukung dunia pariwisata Indonesia.

Cipaganti Rental Car telah dikenal sejak 1994, layanan terlama yang telah ada di Cipaganti. Paket-paket rental antara lain, untuk korporasi dengan sewa jangka panjang dengan harga bersaing, paket retail dengan sewa min. 6 jam, layanan premium car (Benz, Jaguar, Alphard), layanan angkutan barang dan paket wedding. Untuk Cipaganti keseluruhan tidak terkecuali Cipaganti Rental Car, armada terbaru merupakan andalan utamanya, penambahan unit-unit terbaru secara kontinu terus dilakukan demi kepuasan penyewa.

Bisnis Menggiurkan

Bisnis transportasi merupakan bisnis yang menggiurkan, karena keuntungan yang bisa didapat dari bisnis ini mencapai puluhan, ratusan, hingga miliaran, tergantung besar kecilnya perusahaan tersebut.Profit yang diraih oleh perusahaan sekelas Blue Bird Group, PT. Panorama Sentrawisata Tbk, yang membawahi Bus White Horse, dan Cipaganti Group, yang membawahi rental mobil Cipaganti, dan travel Cipaganti, tentu berbeda dengan 88 Bintang Transport, perusahaan rental mobil mewah di Yogyakarta.

Pada tahun 2010 bisnis rental mobil di Indonesia mencapai 144 ribu unit, atau meningkat 60 persen dibandingkan periode sama tahun 2009.  “Tahun lalu penyerapan hanya sekitar 90 ribu unit. Saat ini banyak perusahaan yang gencar menyewa mobil, sehingga bisnis rental bergairah,” kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo) Pongki Pamungkas.
Segmen perusahaan kini menyerap sekitar 95 persen, sedangkan sisanya disumbangkan segmen ritel (individu).Beberapa perusahaan memutuskan menyewa mobil karena alasan lebih praktis. Perusahaan, tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan mobil. Hal ini membuat perusahaan lebih fokus pada bisnis inti yang digeluti.

Memang, kebutuhan masyarakat akan kendaraan dari hari ke hari semakin meningkat, mereka menginginkan segala sesuatunya secara praktis dan mudah. Sehingga mereka memilih mobil  untuk mengangkut semua anggota keluarga atau rekannya dalam satu kendaraan. Namun tidak semua orang telah memiliki mobil, peluang inilah yang dijadikan sebagai alasan pentingnya usaha rental mobil.

Usaha rental mobil biasanya menetapkan biaya sewanya secara harian. Rata-rata pemilik rental menyewakan kendaraan dengan durasi 12 jam, atau 24 jam dengan biaya yang berbeda – beda. Penyewa tidak bertanggung jawab terhadap perawatan mobil, namun biaya sewa yang dibayar belum termasuk biaya BBM dan biaya sopir. Jika menginginkan sopir, jasa rental mobil juga menyediakan jasa sopir dengan tambahan biaya lagi.

Dikaitkan dengan sektor pariwisata di tanah air. Maraknya usaha rental mobil di tanah air, dipengaruhi oleh iklim wisata yang makin kondusif di tanah air. Menurut  Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE dalam jumpa pers Akhir Tahun 2010 lalu di Balairung Gedung Sapta Pesona Jakarta menyatakan bahwa pembangunan di bidang kebudayaan dan pariwisata bertumpu pada empat pilar strategis (four track strategy) yakni pro-pertumbuhan ekonomi (pro-growth),  pro-penciptaan lapangan kerja (pro-job), pro-pengentasan kemiskinan (pro-poor), dan pro-lingkungan hidup (pro-environment).

Nah, rental mobil berkaitan dengan pilar pro pertumbuhan ekonomi dan pro penciptaan lapangan kerja.Inilah yang perlu disinergikan oleh stake holder pariwisata di tanah air.

Menbudpar menjelaskan,  indikator kuantitatif capaian bidang pariwisata antara lain jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2010 sebesar 7.000.571 atau tumbuh sekitar 8,5% dibandingkan tahun 2009 sebesar 6.452.259 wisman.

Capaian kunjungan wisata tersebut menghasilkan devisa sebesar US$ 7,6 miliar dengan perhitungan rata-rata pengeluaran US$ 1.085.70/orang per kunjungan dan lama tinggal wisman rata-rata 8,04 hari.

Tahun 2011 Menbudpar memproyeksikan kunjungan wisman tahun 2011 sebesar 7,7 juta untuk target optimistis dan 7,3 target pesimistis. Sedangkan branding pariwisata Indonesia tahun 2011adalah Wonderful Indonesia, sedangkan tema pariwisata 2011 adalah Eco, Culture, and MICE.

Semoga sajian bertema bisnis di layanan transportasi di Indonesia ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Leave Your Comment