Banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan di bulan Dzulhijjah seiring tibanya musim haji. Usaha tersebut tidak hanya prospektif untuk bisnis musiman, namun dapat pula diteruskan sebagai bisnis utama sambil mengembangkan usaha yang sudah ditekuni selama ini. Target pasarnya pun jelas, yakni ratusan ribu jemaah haji dan keluarganya yang sedang membutuhkan pernak-pernik kebutuhan di musim haji tersebut.
Kebutuhan modal untuk berbagai jenis usaha ini pun beragam. Ada yang hanya membutuhkan modal kecil, namun tidak sedikit bisnis di musim haji yang mempersyaratkan modal besar, tergantung lingkup usaha yang ditekuninya. Peluang usaha tersebut menantang keberanian kita untuk mengambilnya, meskipun diakui persaingannya cukup kompetitif. Dalam dunia usaha, kompetisi adalah hal yang wajar. Setidaknya, dengan kompetisi ini semakin melatih skill para pengusaha muslim untuk survive dan menemukan ide-ide yang brilian dalam berbisnis. Seketat apa pun persaingan di dunia usaha bukanlah alibi untuk menghalalkan segala cara demi memajukan usahanya. Justru dengan berbisnis yang sesuai dengan tuntunan syar’i-lah yang membuka jalan bagi pengusaha muslim untuk sukses.
Catatan sejarah telah tertorehkan dengan jelas, bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdagang dengan jujur dan menjunjung tinggi etika bisnis di masa mudanya, dan kesuksesan pun diraihnya. Sahabat beliau, Abdurrahman bin Auf yang terkenal sebagai pengusaha sukses di masanya, juga menegakkan prinsip-prinsip Islam dalam berbisnis. Banyak lagi kisah-kisah orang terdahulu yang sukses karena ketundukannya pada ketentuan Allah Ta’ala ketika menjalankan usahanya.
Namun yang terpenting, spirit utama para pengusaha muslim dalam melakoni bisnisnya hendaklah diniatkan sebagai ibadah, karena Allah Azza wa Jalla, bukan karena niatan lainnya. Berbisnis dengan spirit ibadah tentu akan terasa nikmat, sebagaimana rasa nikmat yang dirasakan umat muslim ketika menuntaskan kerinduannya untuk berhaji ke Baitullah, dan berusaha untuk memperoleh haji mabrur. Secara definitif, mabrur yang menjadi idaman jemaah haji mengandung makna baik, suci, dan bersih. Spirit inilah yang semestinya menginspirasi para pengusaha muslim dalam berbisnis.
Apalagi ketika kesuksesan itu bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita, bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya? Jadi, asas kemanfaatan dalam berbisnis juga ditekankan sebagai ciri pengusaha muslim yang sukses. Semoga kita dapat meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya dalam berbisnis, sehingga sukses dunia dan akhirat dapat kita diraih.
Redaksi
- Terbit Bulan: 10



????? ? ????? ????????? ?????
Saya pelaku usaha di bidang souvenir haji / oleh-oleh haji, mohon sekiranya redaksi mengupas lebih lanjut tren oleh-oleh haji apa yang lagi banyak dicari. Ini akan sangat membantu saya dan pelaku usaha, terima kasih sebelumnya.
mencari peluang usaha selain produk yang saya buat,… mohon nasehatnya,…