Budidaya Rumput Laut Cukup Menjanjikan

Posted by:     Tags:  , ,     Posted date:  March 6, 2013  |  No comment


March 6, 2013


Petambak  di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur (Jatim), terutama yang bermukim di daerah Kecamatan Jabon Desa Kalialo Kelurahan Kupang, kini banyak yang beralih pada usaha budidaya rumput laut.

Secara perseorangan maupun melalui usaha koperasi, para petambak melihat bahwa usaha budidaya rumput laut itu justru lebih menguntungkan dibandingkan dengan hasil tambak ikan ,” kata Ainur Rofiq, petani tambak  asal Kalialo di Jabon, ketika di temui Majalah Pengusaha Muslim.

Menurut Ainur, melalui usaha budidaya rumput laut, mereka bisa meraih hasil sampai Rp 7 hingga Rp 10 juta  /hektar tambak dengan masa panen antara 60 hingga 90 hari.

Membudidayakan rumput laut bagi Ainur Rofiq yang biasa di sapa Cak Rofiq ini tidaklah di sengaja, awalnya pada tahun 1999 terjadi banjir di tambak Desa Kalialo  kerena pembatas tanggul antara sungai dan laut jebol. Nah, jebolnya tanggul ini disebabkan intensitas curah hujan  yang cukup tinggi dan di tambah pengaruh air pasang laut.

Meluapnya air sungai ke area tambak ini ternyata membawa pengaruh terhadap tambak, setelah air sungai yang meluap ke area tambak surut meninggalkan jenis tanaman rumput. Rumput ini cepat tumbuh dan menyebar di area tambak, hal ini membuat resah bagi petambak dianggap rumput ini mengganggu peretumbuhan ikan dan udang windu yang di peliharanya.

Sehingga rumput ini ramai-ramai di hilangkan oleh para petambak karena di anggap tumbuhan yang merugikan. Tapi bagi Rofiq yang sejak remaja sudah bergelut dengan tambak, rumput yang  tumbuh dan menyebar di tambaknya tersebut tidak  di matikan  tetapi malah di biarkan.

Karena rasa penasaran terhadap rumput laut yang tumbuh dan menyebar di tambaknya, maka Rofiq buru-buru menemui Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menanyakan perihal rumput laut tersebut. Satu minggu baru mendapat jawaban dari Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan, ternyata rumput laut yang tumbuh dan menyebar tersebut tidak merugikan dan membahayakan bagi kelangsungan hidup ikan bandeng dan udang windu yang di peliharanya. Tetapi rumput laut jenis Gracelaria tersebut malah menguntungkan serta mempunyai nilai ekonomi, bisa di jual.

Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan bahwa rumput laut jenis Gracilaria ini umumnya mengandung agar-agar sebagai hasil metabolisme primernya. Agar-agar diperoleh dengan melakukan ekstraksi rumput laut pada suasana asam setelah diberi perlakuan basa serta diproduksi dan dipasarkan dalam berbagai bentuk, yaitu: agar-agar tepung, agar-agar kertas dan agar-agar batangan dan diolah menjadi berbagai bentuk penganan (kue), seperti puding dan jeli atau dijadikan bahan tambahan dalam industri farmasi.

Kandungan serat agar-agar relatif tinggi, karena itu dikonsumsi pula sebagai makanan diet. Melalui proses tertentu agar-agar diproduksi pula untuk kegunaan di laboratorium.

Perasaan gembira bergelayut di hati Rofiq setelah mendapat jawaban dari Dinas Kelautan dan Perikanan bahwa rumput tersebut malah menguntungkan, dengan serta merta rumput yang menyebar dan tumbuh di tambaknya malah terus di biarkan.

Dua bulan kemudian rumput laut yang tumbuh liar di tambaknya di panen. Pertama kali panen rumput laut liar di setorkan ke pengepul dengan mendapatkan keuntungan 10 juta. Kemudian pengepul menyuplai bahan baku rumput laut kering ke pabrik pengolahan rumput laut.

Beberapa perusahaan yang telah menampung rumput laut asal Brebes antara lain CV Agar Sari Jaya (Malang), PT Agarindo (Tangerang), dan PT Indoflora Cipta Mandiri (Malang). Dari ketiga perusahaan tersebut permintaan rumput laut kering sekitar 1.700 ton/ bulan. “Saat ini baru tercukupi sekitar 200 ton/bulan,” kata Rofiq.
Di sinilah awalnya  Rofiq mulai serius menekuni membudidayakan rumput laut,  dengan selalu berkonsultasi kepada petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo. Kini  Rofiq telah sukses menjadi petani tambak rumput laut, awal tambak dimilikinya cuma 10 hektar kini sudah sudah mencapai 50 hektar. “Alhamdulillah mas, dari hasil rumput laut yang awalnya tidak di sangka-sangka ternyata untungnya cukup menjanjikan,” kata Rofiq bangga.

Keuntungan yang cukup besar dari rumput laut, membuat rekan sesama petambak  mengikuti jejak Rofiq untuk membudidayakan rumput laut tersebut. Kini kawasan tambak yang berada di Desa Kalialo Kelurahan Kupang Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo hampir semuanya menanam ruput laut.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo  membuat terobosan baru untuk membudidayakan tambak yakni menerapkan program Polycultur 3 in 1. Satu petak tambak bisa dimanfaatkan untuk tiga macam jenis budidaya, yaitu Gracilaria (rumput laut), Udang dan Bandeng.

Menurut Kepala Bidang Sumber Hayati dan Holtikultura, Ir Bachruni program ini baru pertama kali dilakukan. Peserta yang kami kumpulkan dari pengusaha tambak, atau pembudidaya tambak yang telah lama sukses. Di samping itu ada juga petambak yang masih baru, bahkan ada yang baru mulai.

Bagi petembak yang sudah berpengalaman agar menularkan pengalamannya kepada yang baru. Sementara yang baru akan bisa termotivasi oleh ulasan-ulasan mereka. Pilihan Polycultur 3 in 1 Gracilaria (rumput laut), udang dan bandeng mempunyai latar belakang tersendiri, yaitu sebagian besar penurunan tambak mengalami penurunan kualitas lingkungan perairan yang berpengaruh terhadap kegagalan budidaya udang dan bandeng.
Menurut Bachruni, Gracilaria (rumput laut) dapat memperbaiki kualitas lingkungan tambak yang memungkinkan udang dan badeng dapat hidup lebih baik. Gracilaria juga mempunyai nilai yang eknomis, manfaat dan permintaan pasar cukup besar, serta bisa meningkatkan produktivitas udang dan bandeng.

Keuntungannya, teknologinya sangat senderhana, biaya pembeliharaan murah, bisa memperbaiki kualitas lingkungan dan mempunyai nilai ekonomis. Selain itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak, begitu juga pemintaan pasar juga masih sangat terbuka.

“Nilai jual rumput laut jenis Gracilaria mentah, kering petani antara Rp 4.000,- hingga Rp 6.000,” jelasnya. (Laporan dan Foto, Choirul Hisyam, Sidoarjo)

AINUR ROFIQ
PETANI RUMPUT LAUT
Alamat :
Desa Kalialo Kelurahan kupang Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur
HP :
08175077323, 081335771922

Rubrik Topik Utama Edisi 20/ 2011

Untuk berlangganan artikel/download silahkan buka  www.pro.pengusahamuslim.com

 



About the author







Komentar