Hubungan Majikan dengan Karyawannya

Posted by:     Tags:  ,     Posted date:  April 1, 2013  |  No comment


April 1, 2013


…Setiap orang menyadari bahwa antara perusahaan atau pemilik pekerjaan dan tenaga kerja terjalin satu hubungan yang saling menguntungkan. Perusahaan membutuhkan skillatau keahlian para karyawannya, sedangkan karyawan membutuhkan imbalan atas pekerjaannya.Karena hubungan mereka adalah hubungan yang saling menguntungkan, maka idiealnya di antara mereka terbentuk interaksi yang berimbal balik. Perusahaan mempercayai karyawannya, dan sebaliknya karyawan mempercayai perusahaannya.Pihak perusahaan, misalnya, dituntut untuk berusaha memberi yang terbaik kepada karyawannya, demikianlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  berpesan kepada para majikan alias bos.

Al-Ma’rur bi Suwaid mengisahkan: Suatu hari aku berkunjung ke rumah sahabat Abu Dzar Radhyiallahu ‘anhu. Ketika itu dia mengenakan kain burdah (semacam kain selimut), dan budaknya juga mengenakan jubah serupa. Spontan kami mengajukan saran kepadanya: Wahai Abu Dzar, alangkah baiknya bila engkau menarik kembali kain selimut budakmu, sehingga dapat engkau jadikan pakaian yang bagus. Ada pun budakmu cukup engkau beri baju biasa lainnya. Menanggapi saran kami, sahabat Abu Dzar menjawab: Aku mendengar Rasulullah Shallalllahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Mereka adalah saudaramu yang Allah berikan kekuasaan kepada kalian atas mereka. Maka barangsiapa yang saudaranya berada di bawah kekuasaannya, hendaknya ia memberinya makanan yang layak sebagaimana ia pun makan makanan yang layak. Berilah ia pakaian yang layak sebagaimana ia pun mengenakan pakaian yang layak. Dan hendaknya ia tidak membebaninya dengan suatu pekerjaan yang memberatkannya. Dan kalau pun ia membebaninya pekerjaan yang berat, maka hendaknya engkau membantunya.”  (HR. Abu Dawud) – ….

Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.
Edisi 37/ 2013


About the author







Komentar