Lima Kiat Meningkatkan Kinerja Arus Kas

Posted by:     Tags:      Posted date:  November 9, 2012  |  No comment




Berikut ini lima kiat untuk meningkatkan kinerja arus kas guna memperlancar dan mengontrol keuangan usaha Anda.

 

Pemilik usaha, bahkan yang skala bisnisnya masih kecil, mengetahui bahwa adalah penting arus keuangan yang lancar memerlukan penataan hampir setiap aspek. Mulai dari mengatur piutang dagang, fasilitas kredit, hingga mengelola inventaris.

Salah satu penyebab kegagalan usaha adalah karena pemilik usaha kurang memahami cara mengelola arus kas (cashflow). Pemakaian dana yang tidak terkontrol akan berakibat kas kosong. Kas perusahaan yang kosong menyebabkan terganggunya semua kegiatan operasional perusahaan. Akibatnya, ketika terjadi krisis keuangan, pemilik usaha gagal mengambil langkah yang diperlukan untuk memperbaiki keadaan.

Pengelolaan arus kas sangat penting terutama bila Anda sebagai pemik  bisnis sedang menyusun rencana pengembangan usaha dan membutuhkan modal tambahan. Kekacauan pada arus kas akan  memperkecil, bahkan bisa menutup kemungkinan investor memberi pinjaman modal tambahan bagi usaha Anda. Kas merupakan unsur aktiva yang paling lancar. Dengan kata lain, kas merupakan modal kerja yang paling likuid, sehingga ketersediaan kas yang cukup akan membuat perusahaan mudah memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.

Pokok keberhasilan pengelolaan arus kas adalah mengatur arus uang masuk dan keluar di perusahaan Anda. Meningkatkan arus kas akan mengurangi jumlah modal tetap yang dibutuhkan untuk menopang usaha pada tingkatan tertentu. Arus kas yang meningkat secara tetap juga akan meningkatkan pola bisnis yang dapat diramalkan, sehingga memudahkan perencanaan dan menggambarkan pertumbuhan di kemudian hari.

Berikut ini lima cara praktis untuk meningkatkan performa arus kas perusahaan Anda.

1.       Lakukan  prakiraan yang baik.

Semakin cepat perputaran piutang dagang semakin banyak modal yang dapat Anda belanjakan untuk menumbuhkan  usaha Anda. Sebaliknya, perputaran piutang dagang yang lambat akan menghambat proses bisnis Anda. Ini karena dana yang akan diterima dari piutang akan dijadikan modal kerja untuk perputaran bisnis. Lakukan berbagai hal agar piutang cepat terbayar dengan cara menargetkan perolehan piutang yang belum dilunasi. Tawarkan insentif kepada pelanggan agar mereka bersedia membayar lebih awal, semisal 1-2% lebih banyak dari tagihan total. Bagi klien yang memiliki utang yang sangat lama bayarnya, tawarkan potongan utang 15% atau bila perlu 25% apabila mereka bersedia membayar lunas dalam lebih cepat.

2.       Perpanjang utang dagang.

Gunakan jangka waktu maksimum yang diberikan pemasok, dalam hal ini 60-90 hari, untuk melunasinya. Cara ini akan memberi Anda cukup waktu untuk menagih piutang dagang tanpa harus mengambil pinjaman modal jangka pendek. Dengan memanfaatkan jangka waktu tagihan utang dagang  yang lama, di sisi lain Anda juga harus memanfaatkan penagihan piutang secara cepat. Jika hal ini tidak berjalan, segera cari modal kerja untuk menutupnya. Jangka waktu pembayaran utang bisa Anda manfaatkan dengan mengajukan permohonan pemotongan pembayaran kepada pemasok jika Anda membayar utang lebih cepat.

3.       Perketat pengadaan inventaris.

Pengadaan inventaris yang terlalu banyak bisa membuat banyak ”uang ”mati” – tidak produktif. Ukurlah perputaran inventaris Anda secara berkala agar inventaris ada dalam batas norma industri. Anda dapat melakukannya dengan menghitung rasio perputaran inventaris (harga pokok penjualan barang dibagi nilai rata-rata inventaris). Hindari pembelian lebih banyak inventaris daripada yang dibutuhkan. Terutama bila para pemasok mengiming-imingi potongan besar. Hal ini akan mengikat banyak uang. Periksalah inventaris secara berkala untuk mengetahui persediaan lama dan kadaluwarsa. Tangguhkan dulu pembelian yang baru dan gunakan persediaan lama. Atau jual dengan harga pokok untuk meningkatkan likuiditas.

Pikirkan bagaimana Anda mendapatkan inventaris tapi tidak harus dengan membeli. Misal, menyewa. Menyewa biasanya perlu biaya lebih tinggi daripada membeli. Memang. Namun biaya sewa sering dapat dibenarkan oleh manfaat arus kas. Dengan menyewa peralatan seperti komputer, mobil, atau peralatan lain, Anda dapat menghindari ”uang mati” atau tidak perlu mengambil kredit yang mungkin malah dapat Anda gunakan untuk menjalankan bisnis Anda yang lainnya. Pembayaran sewa juga dianggap biaya usaha, sehingga timbul manfaat pajak sekali pun, barang tersebut tidak perlu Anda beli. Umumnya penyewaan inventaris dilakukan oleh perusahaan yang baru berdiri, atau untuk menjaga arus kas.

4.       Jangan membeli semuanya dari satu tempat.

Anda dapat menghemat dengan memecah bisnis Anda dengan melibatkan beberapa pemasok.  Periksa secara seksama di mana Anda perlu membayar untuk layanan tambahan dan di mana bisa menghemat uang dengan membayar harga komoditas. Contohnya, beli perangkat keras komputer dari penyalur yang memberi nilai tambah. Barang-barang lainnya seperti tinta cetak, kabel atau perangkat lunak eceran dibeli melalui katalog pemesanan melalui pos atau perangkat lunak eceran, dari katalog atau pedagang lain. Untuk memastikan Anda membayar harga yang kompetitif, Anda bisa membandingkan harganya.

5. Seimbangkan landasan pelanggan.

Banyak perusahaan yang bergerak di bidang profesi dan jasa seperti perusahaan periklanan atau hubungan masyarakat, akuntan, pengacara, perusahaan properti bekerja sama dengan perusahaan tertentu atas dasar proyek per proyek. Carilah cara agar konsumen Anda menjadi berlangganan produk atau jasa. Cari yang bersedia membayar setiap bulan sebagai imbalan atas penyediaan sejumlah layanan tertentu. Dengan menawarkan insentif kepada mereka atas layanan bernilai tambah. Atau potongan harga untuk merangsang agar mereka bersedia berlangganan. Hal ini akan mengurangi batas keuntungan bisnis Anda. Tetapi bakal membantu membuat arus kas bisnis Anda lebih mudah diramalkan. (PM)

 Guritno Wirawan, S.E

Trainer Software Akuntansi PT. Zahir Accounting

(Rubrik Keuangan Majalah Pengusaha Muslim Edisi 30/Agustus 2012)